Media Sosial Besutan Mark Zuckerberg Diblokir Di Sri Lanka

0
97
Media Sosial Besutan Mark Zuckerberg Diblokir Di Sri Lanka
Media Sosial Besutan Mark Zuckerberg Diblokir Di Sri Lanka

Indolah.com – Media Sosial Besutan Mark Zuckerberg Diblokir Di Sri Lanka. Namun kali ini tidak hanya Facebook yang diblokir, tetapi anak perusahaannya, yakni WhatsApp dan Instagram juga ikut merasakan dampaknya.

Ya, baru-baru ini pemerintah Sri Lanka memerintahkan penyedia layanan internet (ISP) untuk memblokir sementara Facebook, WhatsApp, dan Instagram.

Baca Juga >>> Mark Zuckerberg Mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek Menggunakan bahasa Mandarin

Hal tersebut dilakukan sehubungan dengan maraknya ujaran kebencian (hate speech) di platform tersebut hingga berimbas di kehidupan nyata.

Dilaporkan oleh New York Times, juru bicara pemerintah Sri Lanka Harindra B Dassanayake mengatakan pemerintah menyakini, berita palsu memotivasi berkembangnya serangan kekerasan. Bahkan di Facebook, sejumlah orang saling berbagi informasi cara meracik bom.

Pernyataan pemerintah Sri Lanka itu dikuatkan dengan laporan dari LSM Freedom House yang menyimpulkan bahwa ujaran kebencian terhadap minoritas terus ditemukan di berbagai platform media sosial, utamanya Facebook.

Pemerintah memerintahkan pemblokiran Facebook, WhatsApp, Instagram, hingga aplikasi pesan Viber merupakan bagian dari tindakan darurat nasional yang dilaksanakan menyusul adanya kekerasan di wilayah Kandy.

Menurut pemerintah, pemblokiran tersebut bersifat sementara, meski begitu Sri Lanka menuding Facebook tak berbuat apa pun untuk mengatasi informasi hoax dan propaganda yang meningkatkan kekacauan.

Sementara itu, Regulasi Telekomunikasi Sri Lanka dalam pernyataannya menyebut, pemblokiran dibutuhkan untuk mengidentifikasi siapa yang mengunggah ujaran kebencian dan memicu kekerasan terhadap umat muslim di Kandy.

“Kami memiliki aturan yang jelas terkait ujaran kebencian dan hasutan terhadap kekerasan, kami bekerja keras untuk mencegahnya dari platform kami. Kami menanggapi situasi di Sri Lanka dan berhubungan dengan pemerintah dan LSM untuk mengidentifikasi dan menghapus konten semacam itu,” kata Facebook dalam pernyataannya.

(Visited 28 times, 1 visits today)