Mendagri Mengatakan Bahwa Tiap Hari Selalu Ada Orang Yang Tertangkap Korupsi

0
340
Mendagri Mengatakan Bahwa Tiap Hari Selalu Ada Orang Yang Tertangkap Korupsi
Mendagri Mengatakan Bahwa Tiap Hari Selalu Ada Orang Yang Tertangkap Korupsi

Indolah.com, Jakarta – Mendagri Mengatakan Bahwa Tiap Hari Selalu Ada Orang Yang Tertangkap Korupsi, Mendagri Tjahjo Kumolo menyoroti maraknya kasus korupsi di Indonesia yang menjerat PNS hingga pimpinan dan anggota DPR. Dia menyesalkan hal ini.

Mendagri mengatakan ada tiga hal yang saat ini mengancam negara Indonesia. Pertama adalah masalah radikalisme dan terorisme. Ada pihak pihak yang ingin mengganti Pancasila sebagai Ideologi negara.

Baca Juga: Bus MJ Jurusan Sukabumi Terguling di Jalur Lingkar Selatan

Mendagri Mengatakan Bahwa Tiap Hari Selalu Ada Orang Yang Tertangkap Korupsi

“Salah satu masalah adalah masalah radikalisme, terorisme yang ingin mengganti ideologi Pancasila, ingin mengubah UUD 1945, ingin merusak NKRI, dan ingin memporakporandakan kemajemukan bangsa,” kata Tjahjo.

Pernyataan itu disampaikan Tjahjo di acara Forum Kemitraan Ormas Pemuda Pancasila (PP) di gedung BPSDM Kemendagri, Jalan Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (5/5/2018). Dia bicara di depan pimpinan dan kader ormas PP.

Bahaya kedua menurut Tjahjo adalah narkoba. Pada kesempatan itu, dia meminta anggota ormas PP turut berperan melawan bahaya narkoba.

“PP harus menjadi garda terdepan untuk melawan yang namanya bahaya narkoba yang mulai merasuk sampai ke tingkat RT-RT yang rata-rata per hari, per hari ini sudah 60 orang meninggal per hari karena narkoba ini. Ini sudah dalam keadaan darurat negara tentang bahaya narkoba,” tegasnya.

Tjahjo juga menyoroti soal kasus korupsi. Dia mewanti-wanti PNS, pengusaha dan setiap pengambil kebijakan untuk berhati-hati dan jangan sampai terjerat kasus korupsi.

“Bahaya yang ketiga adalah masalah korupsi. Tiap hari ada saja orang yang ketangkep masalah korupsi. Bagi yang PNS, pengusaha, pengambil kebijakan harus hati-hati terhadap area rawan korupsi berkaitan dengan perencanaan anggaran, restribusi dan pajak, pemberian hibah dan bansos, mekanisme barang dan jasa. Ini harus dicermati dengan baik,” ujarnya.

(Visited 51 times, 1 visits today)