Paspampres Pakai Baju Adat Menyambut Presiden Korsel di Istana Bogor

0
40
Paspampres Pakai Baju Adat Menyambut Presiden Korsel di Istana Bogor
Paspampres Pakai Baju Adat Menyambut Presiden Korsel di Istana Bogor

Indolah.com – Paspampres Pakai Baju Adat Menyambut Presiden Korsel di Istana Bogor, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in akan bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo di Istana Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis sore (09/11). Kunjungan kenegaraan itu akan membahas berbagai isu penting, mulai dari isu Korea Utara, kerja sama bilateral, bisnis, dan perdagangan.

Jokowi akan menyambut tamu negara dengan sesuatu yang khas dari Indonesia. Sekitar 30 anggota Paspampres dari Batalion Pengawalan didandani dengan pakaian adat untuk menyambut Presiden Korea Selatan yang baru dilantik.

Paspampres Pakai Baju Adat Menyambut Presiden Korsel di Istana Bogor

“Kita dandan dari pagi,” canda Joni, salah satu anggota Paspampres, sebelum menuju titik lokasi penyambutan.

Joni berasal dari Jawa Tengah, namun kali ini dia memakai pakaian adat Banten. Teman-temannya yang lain pun memakai baju tak harus sesuai dengan daerah asalnya.

Baca Juga : Alexis Membantah Katalog Cewek Hotel yang Beredar Milik Mereka

Menjelang kedatangan Jae-in, Kota Bogor tengah diguyur hujan deras, sehingga belum tentu prosesi penyambutan dilakukan di halaman.

“Kita siap walau hujan-hujanan,” kata Joni.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan, Indonesia adalah negara ASEAN pertama yang dikunjungi setelah ia dilantik.

“Diplomasi Korea dan Indonesia selama ini berjalan baik. Diplomasi Asia selama ini lebih ke Jepang, China dan Rusia. Tapi saya lihat diplomasi Korea harus ke cakrawala baru dan Indonesia punya prospek yang baik,” ucapnya dalam acara Indonesia-Korea Business Roundtable di Jakarta, Kamis (9/11/2017).

Presiden Moon menuturkan, ada banyak alasan mengapa Negeri Ginseng mengarahkan perhatian kepada ASEAN, khususnya Indonesia.

ASEAN, menurut dia, menjadi kawasan penting kedua setelah China. ASEAN, kata dia, juga mampu bertahan di tengah krisis global.

“Saya melihat dalam krisis global sekalipun, pembangunan ekonomi Indonesia tetap mencatat prestasi 5%. Di ASEAN Indonesia punya peran paling besar. Makanya kami ingin lebih cepat dari negara lain untuk merayu Indonesia,” tuturnya.

(Visited 20 times, 1 visits today)