PBB Tolak Yerusalem Ibu Kota Israel, AS Ancam Potong Dana Bantuan

0
444
PBB Tolak Yerusalem Ibu Kota Israel, AS Ancam Potong Dana Bantuan
PBB Tolak Yerusalem Ibu Kota Israel, AS Ancam Potong Dana Bantuan

Indolah.com – PBB Tolak Yerusalem Ibu Kota Israel, AS Ancam Potong Dana Bantuan, PBB mengeluarkan resolusi menolak Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Amerika Serikat terlihat sangat sakit hati setelah mayoritas negara anggota PBB menolak deklarasi Presiden Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Mereka mengambil ratusan juta dolar bahkan miliaran dolar, dan kemudian mereka memilih untuk melawan. Kami melihat suara itu. Biarkan mereka memilih melawan kita. Kita akan menghemat banyak dana. Kami tidak peduli, ” ungkap Presiden AS Donald Trump kepada wartawan di Gedung Putih, dilansir dari Reuters, Kamis (21/12/2017).

PBB Tolak Yerusalem Ibu Kota Israel, AS Ancam Potong Dana Bantuan

Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, seusai sidang majelis umum PBB, Kamis (21/12/2017), menegaskan bakal terus mengingat siapa saja negara yang memberikan voting melawan deklarasi Trump.

“Saya sering bertanya-tanya mengapa, dalam menghadapi permusuhan seperti itu, Israel telah memilih untuk tetap menjadi anggota PBB. Hari ini merupakan jawabannya, bahwa Israel memilih tetap menjadi anggota PBB karena penting untuk membela diri sendiri,” tukas Haley, seperti dilansir Freebeacon.com.

Baca Juga : Hari Ibu Nasional, Jokowi Borong Dagangan Mama-mama Papua

Haley lantas menilai PBB tidak menghormati AS karena “menyerang” keputusan negeri ‘Paman Sam’ itu mengenai Yerusalem.

“Kami akan jujur kepada kalian. Ketika kami berkontribusi secara baik untuk PBB, ekspektasi kami tentunya ada pengormatan,” klaimnya.

Haley berpendapat, AS kekinian tidak dihormati meski sudah banyak memberikan dana untuk PBB. Karenanya, ia mengancam bakal memotong dana bantuan untuk organisasi tersebut.

“Kami memiliki kewajiban untuk mengakui kapan modal politik dan keuangan kami habis digunakan. Kami memiliki kewajiban untuk menuntut lebih banyak dari investasi kami, jika investasi kami gagal. Kami berkewajiban menghabiskan sumber daya kami dengan cara yang lebih produktif,” ancamnya.

“AS akan mengingat hari ini, hari ketika hak dan kedaulatan negeri kami diserang dalam sidang umum PBB,” tandasnya.

Untuk diketahui, PBB akhirnya tak mengakui deklarasi Presiden Trump mengenai pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Penolakan dan pembuatan resolusi agar AS menarik kembali pengakuannya atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel, disahkan dalam sidang majelis umum PBB, Kamis (21/12) waktu setempat.

Dalam sidang darurat tersebut, 128 negara menyatakan menolak deklarasi AS. Sementara 9 negara mendukung deklarasi Trump. Sedangkan 35 negara lainnya memilih abstain.

Trump mendeklarasikan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Rabu (6/12) dua pekan lalu. Deklarasi itu memicu bentrokan berdarah di Palestina dan dikecam warga dunia.

(Visited 66 times, 1 visits today)