Pelaku Perusak Lapak Uang di Cilegon yang Viral Terancam Penjara

0
113
Pelaku Perusak Lapak Uang di Cilegon yang Viral Terancam Penjara
Pelaku Perusak Lapak Uang di Cilegon yang Viral Terancam Penjara

Indolah.com – Pelaku Perusak Lapak Uang di Cilegon yang Viral Terancam Penjara, Di media sosial beredar luas video seorang pria merusak lapak penukaran uang di Cilegon, Banten. Pemilik lapak belakangan diketahui milik Durwanto dan pelaku perusakan bernama Misrulloh atau Baron Lesmana.

Pelaku yang mengaku bernama Misrulloh lalu meminta maaf dalam video yang dirilis akun Instagram Polres Cilegon, seperti dilihat Kamis (14/6/2018).

“Saya atas nama Misrulloh atau Baron Lesmana dengan ini menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Cilegon, khususnya kepada jasa penukaran uang receh, yaitu Bapak Wanto atas kejadian kemarin tanggal 13 juni 2018 jam satu siang atas arogansi saya kemarin yang telah merusak lapak Bapak Wanto yang telah saya sampaikan juga permohonan maaf dan menyesalkan kejadian tersebut,” kata Misrulloh dalam video.

“Saya juga mengimbau kepada masyarakat Cilegon agar menukar uang receh datang langsung ke bank,” imbuh dia.

Ada dua video yang dirilis Polres Cilegon. Salah satu pria yang mengaku bernama Muhammad Farid Fuad, turut meminta maaf atas kejadian perusakan lapak penukaran uang itu. Permintaan maaf itu disampaikannya khusus kepada Wanto.

Baca Juga : Demo Anti China di Vietnam, 100 Orang Lebih Ditahan

“Saya, nama Muhammad Farid Fuad. Terkait beredarnya video yang saat ini viral yang bertajuk tentang penukaran uang di Cilegon, atas nama pribadi saya mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, khususnya kepada masyarakat kota Cilegon dan seluruh masyarakat Indonesia dan juga kepada Polres Cilgeon dan jajarannya, dan juga kepada stasiun TV swasta SCTV dan yang terakhir kepada Bapak Wanto. Sekali lagi saya dari hati yang paling dalam memohonkan maaf yang sebesar-besarnya,” sebutnya.

Baron terancam hukuman 2 tahun penjara. Pelaku diancam pasal 406 jo pasal 335 ayat (1) KUHP. Ia juga diwajibkan lapor ke Polres Cilegon setiap Senin dan Kamis.

“Sementara tidak kita tahan tapi wajib lapor untuk menunggu kelengkapan berkas. Meskipun sudah minta maaf tapi proses penyidikan tetap berjalan. Ia diancam pidana pasal 406 KUHP dan 335 ayat (1)” kata Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso kepada detikcom, Cilegon, Banten, Kamis, (14/6/2018).

Pelaku, lanjutnya sudah datang dan meminta maaf kepada korban yang dirusak lapaknya. Ia datang bersama saudara Fahmi yang merekam aksi perusakan tersebut dan mengaku sebagai wartawan salah satu TV sawasta. Rizki juga mengatakan, bahwa perekam bukan wartawan salah satu TV swasta dan hanya mengaku-ngaku sebagai wartawan.

“Karena si Fahmi kan ranahnya hanya ngambil gambar aja. Dua-duanya kita minta wajib lapor,” paparnya.

Menurut Rizki, aksi perusakan Baron di lapak penukaran uang karena merasa dirugikan. Ia menukar uang sebanyak Rp 2 juta dengan pecahan Rp 5 ribu tapi kemudian dirugikan sebesar Rp 40 ribu.

“Dia rugi Rp 40 ribu. Diminta ngitung lagi nggak mau. Main pergi-pergi aja,” ucapnya.

(Visited 86 times, 1 visits today)