Pembakar Polres Dharmasraya Ternyata Anak Anggota Polisi

0
37
Pembakar Polres Dharmasraya Ternyata Anak Anggota Polisi
Pembakar Polres Dharmasraya Ternyata Anak Anggota Polisi

Indolah.com – Pembakar Polres Dharmasraya Ternyata Anak Anggota Polisi, Salah satu dari dua pelaku pembakaran Mapolres Dharmasraya yang ditembak mati oleh polisi ternyata merupakan anak dari Iptu MN, Kanit Reskrim Polsek Plepat, Muaro Bungo, Jambi.

Kedua pelaku pembakaran, Eka Fitra (24) dan Enggria Sudarmadi (25) asal Merangin, Provinsi Jambi. Keduanya terpaksa ditembak polisi karena melawan.

Pembakar Polres Dharmasraya Ternyata Anak Anggota Polisi

Kasus pembakaran kantor polres pada Minggu (12/11/2017), dini hari, sedang ditangani Datasemen Khusus 88 Antiteror Polri. Polisi sudah meminta keterangan orangtua pelaku.

“Termasuk orangtuanya juga dilakukan investigasi secara mendalam,” kata Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Safruddin di Polda Metro Jaya, Senin (13/11/2017).

Soal identitas ayah Eka Fitra, Safruddin merahasiakan dan hanya mengatakan Eka dan ayahnya sudah lama berpisah.

“Iya betul, tapi yang bersangkutan sudah lama meninggalkan rumahnya dan sudah tidak ada hubungan dengan orangtuanya,” kata Safruddin.

Baca Juga : Ananda Walk Out dan Kritik Panitia Undang Tokoh Tak Sesuai Ajaran Kanisius

Eka Fitra sudah cukup lama hidup terpisah dari keluarga sehingga aktivitasnya tak diketahui orangtuanya. Selama delapan bulan belakangan, ia tinggal bersama istri dan anaknya di Kelurahan Pasir Putoh, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Sumatera Barat.

Iptu MN selaku orangtua dan mewakili pihak keluarga menyampaikan permohonan maaf secara umum kepada kepolisian, khususnya kepada seluruh personel Polres Dharmasraya atas perbuatan anaknya yang telah membakar Polres Dharmasraya.

Eka terakhir kali meninggalkan rumah pada Sabtu (11/11/2017) dengan berjalan kaki. Istri dan keluarganya tak ada yang tahu ke mana perginya karena tak meninggalkan pesan kepada mereka.

Pembakaran tersebut diketahui petugas piket Polres Dharmasraya pada Minggu (12/11/2017) dini hari sekitar pukul 02.45.

Pihak Kepolisian saat ini masih menelusuri apakah aktivitas mereka bagian dari jaringan teroris atau bukan.

(Visited 28 times, 1 visits today)