Pembunuh Keji Husni dan Zakiah Terungkap Sudah, Ini Pengakuannya

0
471
Pembunuh Keji Husni dan Zakiah Terungkap Sudah, Ini Pengakuannya
Pembunuh Keji Husni dan Zakiah Terungkap Sudah, Ini Pengakuannya

Indolah.com   –   Pembunuh Keji Husni dan Zakiah Terungkap Sudah, Ini Pengakuannya, Terungkap sudah tabir gelap pembunuhan pengusaha garmen Husni Zarkasih (58) dan istrinya, Zakiah Husni (53), yang ditemukan warga terbungkus bedcover di Sungai Klawing, Purbalingga, Jawa Tengah, Senin lalu (11/9).

Husni dan istrinya tewas di tangan anak buahnya diduga gara-gara masalah pesangon yang tidak terbayar. Pasutri ini awalnya dirampok dan dibunuh di rumahnya di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Minggu (10/9/2017).

Pembunuh Keji Husni dan Zakiah Terungkap Sudah, Ini Pengakuannya

Polisi berhasil melacak jejak pembunuh Husni dan Zakiah di sebuah hotel di Grobogan, Jawa Tengah. Polisi kemudian menangkap Engkos Kuswara (33), Sutarto (46), dan Ahmad Zulkifli pada Selasa 12 September 2017. Pelaku ditangkap saat asyik berfoya-foya di hotel.

Baca Juga : Video Pria Tua Tampar Wanita di Tol Jakarta Viral di Medsos

Ahmad Zulkifli yang merupakan sopir Husni dan Zakiah ditembak mati polisi karena melawan. Saat diperiksa polisi, tersangka Engkos Kuswara (33), Sutarto (46) mengungkapkan rentetan pembunuhan keji terhadap majikannya.

Di rumah Zulkifli, ketiga pelaku merencanakan datang ke rumah Husni untuk meminta pesangon, dan jika tidak diberi maka akan merampok. Ide tersebut dari Zulkifli.

“Zul ketika berkumpul di rumahnya di Kreo Cileduk itu mengajak kedua tersangka lainnya sambil bincang-bincang karena sakit hati (tidak diberi pesangon). Giliran pabrik tutup, lontang-lantung tidak dapat pekerjaan. Mereka sakit hati. Ide diawali oleh Zul,” kata Kasubdit VI Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Antonius Agus dalam jumpa pers yang digelar di RS Bhayangkara Semarang, pada Rabu 13 September 2017.

Baca Juga : Terbongkar, Fakta Mengejutkan Asma Dewi Terkait Ujaran Kebencian

Saat menuju ke rumah korban pada Minggu (11/9), para pelaku mampir dulu ke mini market untuk membeli lakban dan tali serta membawa besi.

“Mereka bertamu, saat kejadian, korban laki-laki sedang jadi imam di masjid, yang ada korban ibu, si istri. Saat masuk pertama, sesuai rencana, Zul ketok pintu pura-pura bertamu. Saat ketok pintu, korban buka pintu masih memakai mukena. Yang rencananya mau ngomong baik-baik ternyata pada saat itu langsung dilakukan penyerangan oleh Zul diiringi tersangka lain,” ujar AKBP Antonius Agus.

Aksi keji pun mulai dilakukan, kepala korban Zakiah Husni dibenturkan ke lantai, dipukul besi, diseret hingga dibungkus bedcover. Sekitar 30 menit kemudian korban Husni Zarkasih pulang dan ikut dihajar.

“Mereka tahu suami masih di luar, tersangka zul menunggu di pintu garasi. Begitu suami masuk garasi, disongsong tersangka Zul, dihantam bagian kepala belakang, ditarik masuk rumah,” jelas Agus.

Pada saat kejadian, salah seorang penghuni kos di rumah Husni sempat mendengar teriakan dari dalam rumah. Namun penghuni kos itu takut dan tidak berani keluar kamar.

Para tersangka kemudian menggasak harta berharga milik korban, mereka kemudian membawa mobil Toyota Altis B 2161 SBE milik korban untuk membawa mayat dan dibuang ke Sungai klawing, Purbalingga, Jawa Tengah.

Polisi menduga total kerugian yang dicuri oleh ketiga pelaku mencapai Rp 1 miliar. Pelaku mencuri jam tangan mewah hingga laptop korban.

“Kami masih hitung ya, kalau 15 jam tangan, sebagian besar bermerek ya. Sekitar Rp 400 juta. Kemudian emas yang sudah dijual sekitar Rp 120 juta. Lalu ada beberapa rekening yang belum diambil. Sementara kerugian mendekati Rp 1 M ya. Ada mobil Altis juga,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta di Mapolda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Salah seorang pelaku, Sutarto mengaku sudah 20 tahun bekerja di pabrik garmen milik korban yang berada di Tangerang, ia tega membunuh mantan bosnya karena sakit hati.

“Sakit hati. Sudah kenal (dengan korban) sejak anaknya baru lahir, sekarang sudah besar,” ujar Sutarto.

Kini, para pelaku terancam hukuman mati. Mereka dikenai pasal berlapis yaitu Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Dengan ancaman hukuman minimal 15 tahun, maksimal seumur hidup atau hukuman mati.

(Visited 197 times, 1 visits today)