Pembunuhan di Gang Sempit UKI, Pelaku Ternyata Pasangan Gay

0
353
Pembunuhan di Gang Sempit UKI, Pelaku Ternyata Pasangan Gay
Pembunuhan di Gang Sempit UKI, Pelaku Ternyata Pasangan Gay

Indolah.com – Pembunuhan di Gang Sempit UKI, Pelaku Ternyata Pasangan Gay, Satuan Raeserse Kriminal Polres Metro Jaktim berhasil mengungkap kasus pria yang tewas di belakang kampus Universitas Kristen Indonesia, Gang Waru Dalam, Cawang, Jakarta Timur, Senin (16/4) malam.

Kurang dari 24 jam polisi menangkap pelaku yang diketahui bernama Petrus Paulus Ualubun (21) di rumah kakaknya di Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Selasa (17/4/2018) pagi.

Korban diketahui bernama Ali Rahman (34), Ternyata keduanya merupakan sepasang kekasih sesama jenis yang sedang dirundung masalah.

Kasat Reskrim Polres Jaktim Ajun Komisaris Besar Sapta Maulana Marpaung mengungkapkan, Petrus belakangan diketahui masih berstatus mahasiswa perguruan tinggi swasta.

“Modus pelaku melakukan pembunuhan karena kesal. Sebab, korban terus mengajak pelaku untuk melakukan hubungan sesama jenis. Berdasrakan informasi yang diperoleh petugas, korban pembunuhan tersebut termasuk penyuka sesama jenis,” kata Sapta dalam gelar perkara di mapolres.

Kekesalan itu memuncak ketika Ali secara sepihak memasukkan nomor ponsel Petrus ke grup WhatsApp homoseksual bernama “Friends Jakarta”, Jumat (13/4) pekan lalu.

Dalam grup WA itu, korban dan rekan-rekannya menggoda Petrus.

“Pelaku merasa kesal, karena saat mengobrol di grup WA itu, korban mengajaknya berhubungan sesama jenis. Pelaku tak suka,” tuturnya.

Karenanya, korban berniat mengajak pelaku bertemu guna memberi pelajaran pada hari Sabtu (14/4), namun gagal.

Baca Juga : Tiga Penari Erotis yang Beraksi di Jepara Menyerahkan Diri ke Polisi

Akhirnya, mereka bertemu pada Senin (16/4) sore di dekat Rumah Sakit UKI, sampai akhirnya ia melakukan aksinya di gang sempit belakang kampus. Mayat Ali baru ditemukan warga pada malam hari.

Sementara itu, Kapolsek Kramatjati Kompol Nurdin menyampaikan, pelaku mulai terungkap saat petugas mencoba mengecek handphone milik korban dan ditemukan sebuah percakapan dengan Petrus yang merupakan teman dekat atau kekasihnya.

“Kita sudah bisa memastikan bahwa pelakunya pasti orang dekat, handphonenya kita buka pakai jarinya korban, kan pakai finger print hp-nya. Pas dibuka adalah itu percakapan antara korban dan pelaku,” kata Nurdin saat dihubungi secara terpisah.

Selain menetapkan Petrus sebagai tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa sepasang sendal jepit, sepotong celana panjang olahraga, sweter, sangkur, topi dan ponsel.

Petrus disangkakan melanggar Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara.

(Visited 99 times, 1 visits today)