Pembunuhan Sadis! Ibu dan Dua Anak Tewas Berpelukan di Tangerang

0
54
Pembunuhan Sadis! Ibu dan Dua Anak Tewas Berpelukan di Tangerang
Pembunuhan Sadis! Ibu dan Dua Anak Tewas Berpelukan di Tangerang

Indolah.com – Pembunuhan Sadis! Ibu dan Dua Anak Tewas Berpelukan di Tangerang, Emma (40) dan kedua putrinya, Nova (19) dan Tiara (11) ditemukan tewas berpelukan di dalam kamar rumahnya, Perum Taman Kota Permai 2, Blok B 6 RT 05 / RW 12 Kelurahan Priuk, Kecamatan Priuk, Kota Tangerang, Senin (12/2) sore.

Sementara suami korban, Muktar Efendi (60) ditemukan di ruangan kamar lain dalam rumah tersebut dengan kondisi bersimbah darah karena luka di bagian badan, perut, dan kepalanya. Efendi ternyata masih hidup. Laki-laki itu kini dirawat di Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Harry Kurniawan mengatakan, Ema ditemukan tewas dengan luka tusuk di bagian kepala dan wajahnya. Ia tewas dalam kondisi tertelungkup di atas kasur sambil memeluk kedua anaknya.

“Kalau si istri ada luka tusuk di kepala dan di muka. Kalau anaknya yang paling kecil, Tiara itu ada luka tusuk di perutnya,” kata Harry.

Baca Juga : KPU Gugurkan Pasangan JR Saragih-Ance di Pilgub Sumut 2018

Informasi yang diperoleh, tetangga sebelumnya mendengar keributan antara Emma dan Pendi pada Senin (12/2) dini hari sejak pukul 01.00 hingga 03.00 WIB. Namun, sekitar pukul 04.00 WIB, keributan itu mereda.

Hingga siang hari, sekitar pukul 14.30 WIB, tak ada satu pun anggota keluarga tersebut keluar rumah. Akhirnya, Ketua RT setempat, Pratomo, bersama warga lain bernama Alwanto mencoba masuk ke dalam rumah yang saat itu tak terkunci.

“Saat Ketua RT membuka pintu kamar depan, mereka melihat ketiga orang di atas tempat tidur dalam posisi tertelungkup berpelukan dan sudah tak bernyawa,” jelas Harry.

Polisi belum mengungkapkan siapa pelaku pembunuhan Emma dan kedua anaknya tersebut. Namun, saat dijenguk Kapolres Metro Tangerang Kota Komisaris Besar Harry Kurniawan, Effendi tampak menggumamkan sejumlah kata yang terbilang ”janggal”.

“Kondisinya masih sangat lemah sekali dan tidak memungkinkan untuk diajak komunikasi. Saya tadi mengajak komunikasi, yang terucap hanya merasa lemas, minta maaf dan istighfar,” kata Harry di RS Polri, Kramatjati, Selasa (13/2/2018).

Terkait kasus pembunuhan ini, Harry mengakui belum bisa menyimpulkan, apakah luka tusuk di bagian tubuh Efendi merupakan aksi bunuh diri atau bukan.

Dia hanya menyampaikan, hingga kekinian, status Efendi masih sebagai saksi mahkota, karena dianggap melihat langsung peristiwa pembunuhan yang dialami Emma dan dua putri kandungnya.

“Kami masih dalami. Yang jelas saksi korban, saksi mahkota ini masihlah, dan ada luka-luka di leher dan di perut dan kondisinya cukup parah,” tuturnya.

Guna mempercepat penyelidikan kasus ini, kata Harry, polisi telah meminta tim dokter RS Polri untuk bisa menyegerakan proses pemulihan Efendi.

Setelah pulih, lanjutnya, polisi juga akan meminta ahli untuk memeriksa kejiwaan suami siri Emma tersebut.

“Kami berkoordinasi dengan dokter dari RS Polri akan diteliti baik dari bedah operasi maupun tes psikologi tes kejiwaannya saksi korban tersebut,” katanya.

Harry menambahkan, Efendi terpaksa dipindahkan ke RS Polri agar bisa mendapatkan perawatan intensif dan mempermudah pemeriksaan dalam kasus tersebut.

Sebelumnya, pria tersebut dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang Kota setelah ditemukan bersimbah darah.

“Butuh penanganan dan perawatan intensif, makanya kami rujuk ke RS Polri. Yang kedua, karena ini menjadi saksi kunci kami dan butuh pengamanan intensif agar bisa ditangani dan cepat terungkap pelakunya,” jelasnya.

(Visited 95 times, 1 visits today)