Pemerintah Jepang Akan Blokir Situs Pemicu Bunuh Diri

0
31
Pemerintah Jepang Akan Blokir Situs Pemicu Bunuh Diri
Pemerintah Jepang Akan Blokir Situs Pemicu Bunuh Diri

Indolah.com – Pemerintah Jepang Akan Blokir Situs Pemicu Bunuh Diri, Pemerintah Jepang menyatakan akan memblokir situs-situs yang dapat digunakan oleh orang yang rentan untuk berbagi pemikiran tentang bunuh diri. Langkah itu merupakan respon terhadap kasus dugaan pembunuhan berantai yang menggunakan situs media sosial.

Pada Oktober Bulan lalu, sembilan mayat dalam kondisi termutilasi ditemukan di kotak pendingin dan peralatan di sebuah rumah yang disebut “house of horrors” di pinggiran kota Tokyo.

Pemerintah Jepang Akan Blokir Situs Pemicu Bunuh Diri

Para penyelidik menemukan sembilan kepala bersama dengan tulang-tulang lengan dan kaki. Takahiro Shiraishi, 27 tahun, telah mengakui membunuh sembilan orang sejak akhir Agustus lalu. Kasus ini mengejutkan Jepang.

Baca Juga : Polres Dharmasraya Dibakar Teroris, Panah dan Pesan Jihad Diamankan

Seperti dikutip dari laman BBC, Minggu (12/11/2017) Polisi mengatakan Shiraishi mengincar korbannya lewat media sosial dan situs, tempat mereka mengungkapkan keinginan untuk bunuh diri.

Shiraishi kemudian mengajak korban ke apartemennya dan bilang akan membantu mereka mewujudkan keinginannya itu.

Tiga dari sembilan korban Shiraishi berstatus pelajar sekolah tingkat menengah. Lainnya, empat perempuan berusia 20-an, seorang lelaki berusia 20-an, dan seorang mahasiswi.

Sekretaris Kabinet, Yoshihide Suga telah menginstruksikan kepada menterinya untuk meningkatkan tindakan terhadap apa yang disebut “website bunuh diri” dan media sosial.

“Penggunaan Twitter-situs jejaring sosial yang sulit diawasi-untuk mengeksploitasi tangisan bantuan oleh korban yang menulis tentang bunuh diri adalah tercela,” katanya.

“Kita akan memberantas kejahatan ini dan mencegah muncul kembali,” ujarnya lagi.

Suga juga telah meminta menteri agar mempelajari penyebaran situs bunuh diri serta mengajak operator website berkerjasama dengan pihak berwenang.

(Visited 16 times, 1 visits today)