Pemilik Toko Lapor Polisi Karena Jadi Korban Pesta Seks Hoax

0
98
Pemilik Toko Lapor Polisi Karena Jadi Korban Pesta Seks Hoax
Pemilik Toko Lapor Polisi Karena Jadi Korban Pesta Seks Hoax

Indolah.com – Pemilik Toko Lapor Polisi Karena Jadi Korban Pesta Seks Hoax, Margareta Rosita Candrawnata (57), pemilik sebuah toko roti di Jalan Gardu Jati Nomor 14 Kota Bandung melaporkan pencemaran nama baik terkait beredarnya undangan berisi ajakan pesta seks menyimpang sesama jenis (LGBT) tersebar melalui pesan singkat WhatsApp dan media sosial Instagram.

Undangan itu menyebutkan agenda sejenis pesta seksual itu akan digelar pada Sabtu (14/7) malam dengan tiket Rp 350 dengan tambahan tisu magic dan kondom dengan lokasi di Jalan Gardu Jati Nomor 14.

Saat dicek, alamat tersebut merupakan toko roti. Polisi sudah memastikan informasi itu hoax. Sang pemilik kaget saat di‎datangi polisi yang mengkonfirmasi ihwal informasi tersebut. Margareta baru mengetahui informasi tersebut saat didatangi polisi.

“Saya kaget didatangi polisi pagi tadi, menanyakan bahwa tempat saya akan dijadikan tempat pesta (sex) LGBTseperti itu‎. Saya baru tahu dari polisi, itu sama sekali tidak benar. Padahal tempat saya ini hanya toko biasa,” kata di Polsek Andir, Rabu (11/7/2018).

Menurutnya, informasi itu mencemarkan nama baik tempat usahanya yang sudah dirintis sejak bertahun-tahun. Karenanya, ia mangambil sikap tegas dengan langkah hukum.

Baca Juga : Korban Capai 109 Jiwa, PM Jepang Batalkan Lawatan ke Luar Negeri

Meski Polrestabes Bandung menyatakan kegiatan menyimpang itu hoaks, petugas Polsek Andir berjaga di depan toko yang alamatnya tertulis di undangan.

Pantauan di lokasi, Jalan Gardujati, Kota Bandung, petugas Polsek Andir berseragam dan tak berseragam tampak berjaga di depan sebuah toko roti. Mereka membenarkan penjagaan dilakukan terkait undangan pesta seks menyimpang yang beredar di media sosial.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo mengatakan, pihaknya memastikan kegiatan pesta seks sesama jenis itu tidak ada. Artinya, selebaran yang beredar adalah kabar bohong atau hoaks. “Kami pastikan kegiatan itu hoaks,” kata Hendro di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Rabu (11/7/2018).

Selebaran yang menghebohkan itu berlatar warna cokelat. Di dalamnya berisi ajakan mengikuti pesta seks menyimpang. Di tengah selebaran terdapat gambar tak senonoh.

(Visited 27 times, 1 visits today)