Pemilu RI di Berlin Membeludak di Atas 90 Persen

0
41
Pemilu RI di Berlin Membeludak di Atas 90 Persen
Pemilu RI di Berlin Membeludak di Atas 90 Persen

Indolah.com, Jakarta – Pemilu RI di Berlin Membeludak di Atas 90 Persen, Hasil penghitungan partisipasi pemilih pada Pilpres dan Pileg 2019 di Berlin, Jerman jauh di atas partisipasi tingkat nasional pada tiga pemilu terakhir. Partisipasi tingkat nasional pada tahun 2014 tercatat sebesar 70,99%, tahun 2009 sebesar 71.77%, dan tahun 2004 sebesar 76.60%.

Pada Pilpres dan Pileg tahun ini, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) PPLN Berlin adalah sebanyak 2.184. Dari angka tersebut, 1.372 tercatat ingin memilih lewat TPS. Usai pemilihan yang berakhir Sabtu, 13 April 2019, pukul 19.10 waktu setempat, PPLN Berlin bersama KPPSLN TPS dan dihadiri para saksi independen melakukan rekapitulasi penghitungan jumlah pemilih TPS. Dari penghitungan tersebut, dicatat jumlah pemilih di TPS sebanyak 1.257 orang atau sekitar 93.7% dari angka pemilih TPS.

“Jumlah 1.257 tersebut termasuk di dalamnya pemilih yang tercatat sebagai Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan (Daftar Pemilih Khusus DPK), yakni mereka yang baru tercatat pada saat hari pemilihan,” ujar Roni Soesman, ketua PPLN Berlin seperti disampaikan dalam rilis KBRI Berlin kepada Indolah.com, Senin (15/4/2019).

Baca Juga: Hasil Survey LSI, Jokowi Salip Prabowo di Pemilih Terperlajar dan Unggul Telak di Milenial

Pemilu RI di Berlin Membeludak di Atas 90 Persen

Pemilih yang sudah tercantum dalam DPT sudah ditentukan jadwal untuk memilih. Hal tersebut guna menghindari adanya penumpukan pemilih di waktu yang bersamaan. Panitia juga memberikan prioritas layanan bagi WNI yang sakit, berusia lanjut serta WNI dengan kebutuhan khusus.

Sekitar pukul 16.30 waktu setempat jumlah WNI di Gedung Serba Guna, Jegengästehaus Hauptbahnhof, Berlin terlihat semakin ramai dan sesak. Gedung Serba Guna ini sengaja disewa PPLN Berlin untuk Tempat Pemungutan Suara (TPS), mengingat gedung KBRI Berlin yang tidak memadai untuk menampung jumlah pemilih sebanyak itu.

Pada waktu tersebut, banyak WNI yang tertahan masuk ke lokasi TPS dan terpaksa harus menunggu di luar. Hal ini karena panitia memberikan prioritas bagi pemillih yang sudah terdaftar di DPT dan membawa formulir C6. Sementara mereka yang tercatat sebagai DPTb dan DPK diminta untuk menunggu. Khusus untuk DPK, ketentuan KPU memang menyebutkan bahwa mereka baru dapat memilih setelah pemilihan bagi DPT selesai.

Pemilih DPTb adalah mereka yang sebelumnya telah terdaftar di daerah pemilihan tempat domisilinya namun berada di Berlin saat hari pemilihan. Sebagian karena memang sedang berkunjung ke Berlin dan sebagian lain karena pindah.

Sementara untuk DPK adalah untuk mereka yang belum mendaftar sama sekali. Mayoritas mereka adalah para mahasiswa yang baru tiba di Berlin setelah penyusunan DPT. Rata-rata mereka merupakan pemilih pemula. Antusias untuk ikut mencoblos pada pemilu 2019 terlihat dari semangat mereka.

Meskipun harus menunggu selama 2 jam, namun tidak mengurungkan niat mereka untuk tetap bisa menyalurkan hak pilih. Di tengah cuaca Kota Berlin yang berkisar 3-4 derajat Celsius, mereka tetap rela menunggu dengan tertib sambil berbincang-bincang akrab dengan teman-temannya.

“Hitung-hitung sekalian jadi kenalan dengan banyak mahasiswa senior di sini”, ujar salah seorang mahasiswa. Tidak hanya mahasiswa baru yang merasakan suasana akrab tersebut. Beberapa mahasiswa yang sudah lama di Berlin pun tidak langsung pulang setelah memilih. Mereka terlihat asik berbincang dengan teman-teman lainnya. Bagi mereka ajang pemilu ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi dengan teman-teman yang sudah lama tidak bertemu.

“Sekali lagi kita bersyukur bahwa WNI di Berlin secara sadar bersemangat untuk datang ke TPS. Dan Alhamdulillah semuanya berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Hampir semua WNI dapat terlayani dengan baik. Saya memang mendapat laporan, ada wisatawan Indonesia yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya karena mereka tidak membawa formulir A5. Prinsipnya PPLN melayani dan menampung semua aspirasi mereka yang hadir sesuai dengan aturan hukum yang ada,” ujar Dubes RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno mengenai penyelenggaraan pemilu di TPS Berlin.

(Visited 16 times, 1 visits today)