Penduduk Jepang Percaya Munculnya Oarfish Pertanda Bencana

0
155
Penduduk Jepang Percaya Munculnya Oarfish Pertanda Bencana
Penduduk Jepang Percaya Munculnya Oarfish Pertanda Bencana

Indolah.com – Penduduk Jepang Percaya Munculnya Oarfish Pertanda Bencana, Munculnya ikan langka, oarfish, membuat publik Jepang khawatir. Penduduk punya keyakinan munculnya oarfish menjadi tanda-tanda gempa bumi serta tsunami.

Selama musim dingin ini, diketemukan tujuh ekor ikan yang dalam bahasa Jepang disebut ‘Ryugu no tsukai’ yang berarti ‘Pembawa pesan dari Istana Dewa Laut’. Panggilan ini bisa saja berkaitan dengan habitat ikan yang umumnya hidup di perairan sedalam 200 sampai 1.000 meter.

Oarfish yang mempunyai bentuk serupa pita ini umumnya cuma hidup di perairan sedalam 200 sampai 1.000 meter. Ikan yang termasuk langka ini mempunyai keunikan sisik warna perak serta sirip warna merah di punggungnya. Ikan jenis ini umumnya mempunyai ukuran raksasa, dengan diketahui yang sangat panjang dapat sampai 11 meter.

Mitos soal oarfish sudah berkembang luas lama. Mitos itu menyebutkan jika oarfish akan muncul ke pantai sebelum gempa bumi bawah laut terjadi.

Baca Juga : Soal Menteri Pencetak Utang, Jokowi: Tak Ngerti Ekonomi Makro

Soal mitos oarfish sudah sempat dihubungkan dengan gempa bumi serta tsunami dahsyat menerjang Fukushima pada 2011. Peristiwa itu menewaskan lebih dari 20 ribu orang. Laporan Kyodo News mengatakan jika sekurang-kurangnya satu lusin ekor oarfish terdampar ke pantai-pantai Jepang dalam jangka waktu satu tahun sebelum bencana alam itu berlangsung.

Sementara pada tahun ini, seperti dikutip CNN, Sabtu (2/2/2019), dua ekor oarfish–yang pun disebut ikan raja herring–ditemukan setelah terlilit jaring nelayan di perairan dekat Prefektur Toyama, Jepang pada Jumat (1/2) waktu setempat.

Hingga total pada musim dingin ini ada tujuh ekor ikan yang muncul ke permukaan. Awal minggu ini, seekor oarfish dengan panjang 3,2 meter diketemukan terdampar di pantai Teluk Toyama. Sedang seekor oarfish yang lain dengan panjang 4 meter terlilit jaring nelayan di Pelabuhan Imizu.

(Visited 36 times, 1 visits today)