Pengamanan di Belanda Diperketat Usai Penembakan Utrecht

0
258
Pengamanan di Belanda Diperketat Usai Penembakan Utrecht
Pengamanan di Belanda Diperketat Usai Penembakan Utrecht

Indolah.com – Pengamanan di Belanda Diperketat Usai Penembakan Utrecht, Insiden penembakan di Utrecht, yang terjadi hanya beberapa hari sesudah penembakan massal di dua masjid di Selandia Baru yang menewaskan 50 orang, mendorong pihak berwenang setempat memperketat pengamanan di semua negeri.

Tidak hanya menewaskan tiga orang, tersangka pelaku pun mengakibatkan beberapa yang lain luka-luka.

Polisi di Belanda tangkap seorang lelaki yang diduga menewaskan tiga orang dalam insiden penembakan diatas trem di kota Utrecht, hari Senin (18/03).

Unit antiteror kepolisian mengepung satu gedung serta lakukan sejumlah penggerebekan sebelum tangkap lelaki itu.

Sebelumnya polisi menyebar foto lelaki berumur 37 tahun kelahiran Turki bernama Gokmen Tanis. Jaksa menjelaskan Tanis sempat berurusan dengan polisi.

Pengamanan yang diperketat mencakup sekolah, masjid, terminal serta gedung-gedung pemerintah.

Service kereta serta tram di Utrecht untuk sesaat di stop. Intimidasi keamanan di Utrecht dinaikkan ke level paling tinggi.

Perdana Menteri Mark Rutte menjelaskan dia begitu prihatin serta pemerintah mengadakan rapat darurat untuk mengatasi momen itu.

Baca Juga : Begini Sosok Kiai di Blitar yang Viral Jasadnya Masih Utuh

Pria kelahiran Turki

Beberapa petinggi menjelaskan Tanis melarikan diri dari tempat peristiwa dengan mengendarai mobil.

Wali Kota Utrecht Jan van Zanen menjelaskan momen itu dikelompokkan menjadi serangan teror.

Jaksa menjelaskan meskipun begitu motif yang sebetulnya belumlah didapati serta ada peluang insiden ini berkaitan dengan permasalahan keluarga.

Kampus Utrecht tutup semua gedung di kampusnya serta melarang orang masuk atau keluar lingkungan.

“Seseorang pria menembak dengan membabi buta,” papar seseorang saksi mata kepada situs berita Belanda, NU.nl.

Seseorang saksi mata yang lain menjelaskan dia lihat seseorang wanita luka, tangannya berdarah yang tentang bajunya.

“Saya membawanya ke mobil serta memberi pertolongan padanya,” katanya kepada instansi penyiaran NOS.

Seseorang entrepreneur ditempat kepada BBC menjelaskan Tanis sempat masuk dengan grup bersenjata di Chechnya.

Di lokasi ini ada banyak grup radikal, beberapa salah satunya mengatakan berafiliasi dengan grup yang menyebut diri Negara Islam (ISIS).

“Dia sempat ditahan polisi sebab miliki jalinan (dengan ISIS) tetapi dia lalu dibebaskan,” kata entrepreneur itu.

(Visited 24 times, 1 visits today)