Penyanyi Yahudi Selotip Dua Matanya Agar Tak Lihat Wanita saat Konser

0
39
Penyanyi Yahudi Selotip Dua Matanya Agar Tak Lihat Wanita saat Konser
Penyanyi Yahudi Selotip Dua Matanya Agar Tak Lihat Wanita saat Konser

Indolah.com – Penyanyi Yahudi Selotip Dua Matanya Agar Tak Lihat Wanita saat Konser, Penyanyi sekaligus penulis lagu Yahudi Ortodoks, Yonatan Razel menutup kedua matanya memakai selotip sepanjang konser di Yerusalem, Israel.

Dilansir The Independent, Selasa (5/12), Razel terlihat bernyanyi dan bermain keyboard dengan mata tertutup selotip hitam.

Penyanyi Yahudi Selotip Dua Matanya Agar Tak Lihat Wanita saat Konser

Menurut juru bicaranya, penyanyi Israel kelahiran New York ini melakukan hal itu demi menjaga pandangan dan agar tidak tergoda oleh para wanita yang sedang asyik berdansa.

Razel sendiri adalah penganut agama Yahudi ortodoks. Dalam keyakinannya, melihat perempuan berdansa dan membangkitkan berahi adalah dosa.

Baca Juga : Dikabarkan Tewas, Kapolri Antisipasi Strategi Bahrun Hindari Buruan Polisi

Pria 44 tahun ini memang seorang penganut Yahudi Ortodoks tulen yang memegang prinsip-prinsip agamanya dengan ketat.

“Ini adalah keputusan pribadinya agar matanya tidak selalu terbuka di hadapan wanita yang berdansa. Setelahnya dia melepaskan tutup mata dan melanjutkan tampil,” ujar juru bicara Razel.

Penyanyi peraih penghargaan itu telah menikah dan tinggal di Yerusalem dengan istri dan tiga anaknya.

Namun, aksi Yonatan itu mendapat kecaman dari banyak aktivis perempuan di Israel.

Na’amat, organisasi advokasi perempuan Israel, mengkritik perilaku Yonatan sebagai praktik ekstremisme Yahudi.

“Sampai mana ekstremisme Yahudi ini akan berlanjut? siapa Rabbi yang menganjurkan hal seperti itu?” kecam Na’amat melalui akun Facebook.

Mazhab Yahudi ortodoks di Israel sendiri dipenuhi kontroversi. Selain melahirkan politik zionisme berupa agresi terhadap Palestina, aliran itu juga dinilai merendahkan martabat perempuan.

Sebelum aksi Yonatan, seorang Rabbi Yahudi ortodoks dikecam publik Israel karena menilai anak-anak perempuan seharusnya tak disekolahkan. Sebab, kurikulum pendidikan kekinian melawan Torah (kitab suci Yahudi).

(Visited 17 times, 1 visits today)