Perempuan WNI Dibunuh Suaminya Asal Amerika di Kamboja

0
228
Perempuan WNI Dibunuh Suaminya Asal Amerika di Kamboja
Perempuan WNI Dibunuh Suaminya Asal Amerika di Kamboja

Indolah.com – Perempuan WNI Dibunuh Suaminya Asal Amerika di Kamboja, Seorang perempuan warga negara Indonesia (WNI), Enen Cahyati dibunuh oleh pria asal Amerika Serikat (AS) bernama Bilal Abdul Fateen di Phnom Penh, Kamboja. Mayat Enen ditemukan telah membusuk di kamar di Hotel Hometown Suite pada 25 Maret.

Dilansir dari Nokor Thom Daily, Enen (47) disebut sebelumnya menginap di Hometown Suite Hotel di Kamboja tersebut bersama Bilal Abdul Fateen (66). Mereka diketahui menginap di hotel itu sejak 19 Maret 2018.

Penemuan mayat Enen berawal dari kecurigaan staf hotel yang mencium bau busuk dari kamar itu. Kemudian, mereka mendobrak pintu kamar dan menemukan Enen yang telah tewas dengan luka bekas cekikan. Sementara itu, Bilal Abdul Fateen asal Illinois sudah terlebih dahulu kabur dari tempat kejadian.

Perempuan WNI Dibunuh Suaminya Asal Amerika di Kamboja
Perempuan WNI Dibunuh Suaminya Asal Amerika di Kamboja

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, pihak Kedutaan Besar RI (KBRI) Phnom Penh sudah mengetahui kasus pembunuhan tersebut. Enen diduga dibunuh tiga hari sebelum jasadnya ditemukan di kamar hotel.

“KBRI Phnom Phen mengetahui kejadian tidak lama setelah kepolisian membuka paksa kamar hotel pada 25 Maret malam hari. Diperkirakan almarhumah dibunuh tiga hari sebelum ditemukan,” terang Muhammad.

Ia menambahkan, pihak KBRI Phnom Penh sedang berkoordinasi dengan rumah sakit setempat guna mengetahui hasil visum terhadap korban yang mungkin memakan waktu cukup lama.

Baca Juga : Viral Video Fitnah Presiden Jokowi dan Kahiyang, Arseto Dipolisikan

Iqbal memastikan bahwa pihak KBRI Phnom Penh akan mengawal proses hukum untuk memastikan terduga pelaku serta motif pembunuhan.

“Kami sedang mengumpulkan informasi lebih lanjut dari kepolisian setempat dan keluarga. Pada 26 Maret Kementerian Luar Negeri sudah bertemu dengan ibu dan kakak almarhumah di Jagakarsa, Jakarta Selatan,” tukas Iqbal.

Sementara itu, anak sulung Enen Cahyati, Insya Maulida (25) mendatangi kantor Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Insya dipanggil terkait pembunuhan ibunya oleh pria asal Amerika Serikat di Kamboja.

“Dipanggil (pihak Kemlu) untuk tanda tangan proses pemakaman. Di sana dia belum dikuburin dan jenazahnya nggak bisa dibawa ke sini karena biaya juga, pas ditemuin juga jenazahnya sudah busuk,” kata Insya di Kantor Kemlu, Jalan Pejambon No 6, Jakarta Pusat, Rabu (28/3/2018).

Selain itu, Insya datang ke Kemlu untuk memberikan informasi kepada pihak Kemlu terkait Bilal Abdul Fateen.

“Selain itu saya mau kasih bukti atau informasi kalau Bilal itu masih pembebasan bersyarat dan saya kasih bukti Bilal itu sering KDRT dan mama saya bukan pacarnya tetapi istri sahnya,” ujar Insya.

“Saya intinya nggak terima sama perlakuan Bilal itu,” sambungnya.

Insya datang dan langsung masuk ke bagian Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kemlu. Insya datang ditemani temannya.

(Visited 1,969 times, 1 visits today)