Perhelatan Pesta Gadget Dunia CES 2019 Resmi Dibuka

0
74
Perhelatan Pesta Gadget Dunia CES 2019 Resmi Dibuka
Perhelatan Pesta Gadget Dunia CES 2019 Resmi Dibuka

Indolah.com – Perhelatan Pesta Gadget Dunia CES 2019 Resmi Dibuka di Amerika Serikat. Ribuan orang langsung menyerbu seluruh area pameran yang berlokasi di Las Vegas.

CES 2019 akan berlangsung selama empat hari, 8-11 Januari. Tahun ini diikuti oleh 4.500 perusahaan, 1.200 di antaranya masih berstatus startup. Dijadwalkan ada 20.000 produk baru yang akan diluncurkan dalm pameran kali ini.

Baca Juga >>> Bau Badan Kini Bisa Terdeteksi Menggunakan Gadget Asal Jepang

CES mewujudkan semangat inovatif industri teknologi konsumen. Seluruh produk dan layanan yang diluncurkan di sini minggu ini akan memberdayakan warga di seluruh dunia dan mengubah dunia kita menjadi lebih baik,” kata Gary Shapiro, presiden dan CEO CTA.

Seluruh ekosistem teknologi dikumpulkan di CES 2019. Paling baru 5G, kecerdasan buatan, augmented reality dan virtual reality, smart city, teknologi video 8K, robot, dan banyak lagi. Dengan hadirnya industri besar dan berkembang di pameran, CES 2019 benar-benar menjadi global hub untuk inovasi,” tambah dia.

Gary turut menginformasikan bawah Consumer Technology Association (CTA) akan menginvestasikan USD 10 juta di perusahaan-perusahaan ventura dan dana tersebut difokuskan untuk wanita.

Pihak CTA pun mengumumkan kolaborasinya dengan IBM. Keduanya meluncurkan Koalisi Pemagangan CTA, sebuah prakarsa yang akan menciptakan ribuan magang baru di 20 negara yang ada di AS dan membantu menutup kesenjangan keterampilan yang dihadapi perusahaan.

IBM berjanji untuk menambah setidaknya 450 magang setahun untuk lima tahun ke depan dalam kerja sama kali ini. Hal tersebut disampaikan langsung Ginni Rometty, Chairman, President and CEO IBM saat menyampaikan keynote pembukaan CES 2019.

Komitmen kami dan kewajiban seluruh industri kita adalah untuk membangun tenaga kerja yang siap. Koalisi baru ini memungkinkan kami untuk meningkatkan program pemagangan secara nasional dan mempersiapkan lebih banyak pekerja yang memiliki keterampilan sesuai permintaan, tetapi tidak selalu yang memiliki gelar,” pungkasnya.

(Visited 11 times, 1 visits today)