Petugas Patroli Trans Jakarta Koridor IV Susilo Purwanto Dikeroyok

0
861
Petugas patroli TransJakarta koridor IV Susilo Purwanto dikeroyok saat menjalankan tugasnya
Petugas patroli TransJakarta koridor IV Susilo Purwanto dikeroyok saat menjalankan tugasnya

Indolah.com – Petugas patroli TransJakarta koridor IV Susilo Purwanto dikeroyok saat menjalankan tugasnya mencegah pengendara kendaraan agar tidak melintas di jalur khusus TransJakarta (busway). Padahal sebenarnya ada sanksi hukum dan denda yang menjerat para penerobos busway.

“Kendaraan pribadi baik roda dua atau pun roda empat dilarang menggunakan jalur TransJakarta. Pelanggar akan dikenakan sanksi tilang. Kendaraan pribadi yang masuk jalur TransJakarta juga akan mengganggu kenyamanan pelanggan. Bila ingin cepat, aman dan nyaman dalam beraktivitas bisa menggunakan bus TransJakarta,” ujar Humas PT Transjakarta Wibowo, Sabtu (4/3/2017).

Sementara itu dikutip detikcom dari UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, penerobos busway bisa dikenakan Pasal 287. Sanksi pidana bagi penerobos busway adalah kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.

Meski busway merupakan jalur steril, masih ada pengendara motor atau mobil yang kerap menerobos. Ada pula yang bersitegang dengan petugas gara-gara dilarang masuk ke jalur bus TransJ.

Baca Juga: Ahok Meremiskan Makam Mbah Priok Menjadi Cagar Budaya

Seperti yang dialami Susilo Purwanto, petugas patroli TransJ yang dikeroyok pada Jumat (3/3). Dia dipukul oleh pengendara motor karena melarang orang tersebut masuk jalur bus TransJ. Belakangan, si pengendara motor memanggil kawannya sekitar 6-7 orang dan langsung melakukan pengeroyokan.

Laporan pengeroyokan tersebut juga sudah diterima oleh Polres Jakarta Pusat. Polisi masih meminta keterangan para saksi kasus pengeroyokan karena petugas TransJ mencegah pengendara motor masuk ke jalur bus TransJ (busway).

“Semalam ada petugas TransJakarta melaporkan ke Polres telah dipukul oleh orang tak dikenal pengendara motor. TKP di traffic light Jalan Tambak,” ujar Kasubag Humas Polres Jakpus Kompol Suyatno, Sabtu (4/3/2017).

Polisi masih mendalami laporan Susilo. Dalam laporan, Susilo menyebutkan mengalami luka di bagian pelipis wajah akibat pemukulan orang tidak dikenal.

“Tentunya dengan ada laporan, kita memeriksa saksi, saksi korban dan temannya,” sebut Suyatno.

Selain pemukulan, para pelaku pengeroyokan juga merusak telepon genggam (HP) yang ingin mengambil gambar maupun video. Korban pengeroyokan dibawa RSCM karena pelipis mata dan kepala luka robek, serta dada sesak.

(Visited 141 times, 1 visits today)