Piala Dunia Pertama di Arab Dimulai di Qatar 2022

0
62

Indolah.com, Sejarah tercatat hari ini, 20 November 2022. FIFA World Cup atau Piala Dunia FIFA pertama yang berlangsung di dunia Arab dimulai.

Mengutip Arab News, perhelatan besar di dunia sepak bola yang dikenal sebagai Piala Dunia 2022 Qatar memasuki hari pertama pertandingan pada Minggu 20 November 2022 di Doha. Negara tuan rumah menghadapi Ekuador dalam pertandingan pembukaan turnamen di Stadion Al-Bayt.

Perjalanan dari memenangkan nominasi pada 2 Desember 2010 hingga kick off besar pada 20 November 2022 bukannya tanpa tantangan dan kontroversi, tetapi untuk tim dan penggemar yang telah mendarat di Qatar, dan jutaan orang di seluruh dunia, waktunya pertunjukan telah tiba.

Laporan Anadolu Agency (AA) menyebut, Piala Dunia Qatar 2022 akan menjadi turnamen Piala Dunia pertama di belahan Bumi utara yang tidak akan digelar selama musim panas.

Acara sepak bola selama 29 hari akan dimulai pada 20 November dengan pertandingan pembuka antara Qatar vs Ekuador pada pukul 16.00 GMT di Stadion Al Bayt. Diakhiri dengan pertandingan terakhir di Stadion Lusail Iconic berkapasitas 80.000 pada 18 Desember.

Saat itu, tim nasional terbaik dunia bertemu di Qatar. Turnamen ini tidak akan seperti yang lain, menawarkan kesempatan kepada penggemar untuk menemukan budaya negara tuan rumah, dan kesempatan untuk menghadiri lebih dari satu pertandingan per hari selama penyisihan grup.

Keputusan FIFA pada 2010 dianggap mengejutkan dan kontroversial setelah memberikan hak tuan rumah Piala Dunia 2022 kepada Qatar. Setelah 12 tahun berlalu, turnamen sepak bola kasta tertinggi itu dimulai pada 20 November hingga 18 Desember 2022.

Untuk menggelar Piala Dunia 2022, Qatar telah menginvestasikan uang yang banyak. Bahkan menjadikannya sebagai tuan rumah Piala Dunia dengan biaya termahal sepanjang sejarah, sejak pertama kali digelar pada 1930.

Meski Negara Teluk itu tidak mengeluarkan angka pasti, biayanya bahkan diperkirakan melebihi jumlah yang dikeluarkan dari gabungan 21 penyelenggaraan Piala Dunia sebelumnya. Menurut berbagai ahli dan laporan, biayanya melebihi 200 miliar dolar atau 199 miliar euro, bahkan bisa lebih tinggi lagi.

Sebagai perbandingan, Piala Dunia termahal sebelumnya, yaitu turnamen 2014 di Brasil dan edisi 2018 di Rusia, keduanya menelan biaya kurang dari 15 miliar dolar.

Dan Plumley, dosen bidang keuangan olahraga di Universitas Sheffield Hallam mengatakan, ketika Qatar terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 pada 2010, perkiraan awal menyebutkan potensi biaya sebesar 65 miliar dolar. Namun, “beberapa perkiraan baru-baru ini mengatakan bahwa itu berpotensi mencapai 200 miliar dolar. Ini akan menjadi yang terbesar dalam hal biaya yang pernah tercatat hingga saat ini,” katanya kepada DW, dikutip Jumat (18/11/2022).

Elang Mahkota Teknologi (Emtek) resmi menjadi pemegang hak siar Piala Dunia 2022. Turnamen sepak bola akbar antarnegara ini bakal berlangsung di Qatar akhir tahun, 21 November – 18 Desember 2022.

Pengumuman resmi disampaikan dalam jumpa pers yang berlangsung di SCTV Tower Lt 9, Senayan, Jakarta, Selasa (15/3/2022). Acara ini juga diikuti berbagai media lewat teleconference via Zoom.

Sebagai pemegang hak siar, Emtek bakal menghadirkan pertandingan-pertandingan Piala Dunia Qatar 2022 melalui stasiun televisi Indosiar, SCTV, O Channel, Mentari TV dan live streaming Vidio. Juga di Nex Parabola dan Champions TV. Berita-berita terbaru seputar turnamen akbar empat tahunan tersebut juga bisa didapatkan melalui bola.liputan6.com.

Managing Director Emtek Group, Sutanto Hartono, kepada wartawan mengatakan, pihaknya sangat bangga mendapat kepercayaan sebagai pemegang hak siar Piala Dunia 2022. “Tahun ini kami dengan bangga mempersembahakan FIFA World Cup 2022,” ujar Sutanto dalam sambutannya,

“Sejarah baru, karena Qatar menjadi negara Timur Tengah pertama yang menjadi tuan rumah Piala Dunia. Perbedaan waktu yang tidak terlalu besar dengan Indonesia, membuat jam tayang Piala Dunia 2022 berada di waktu yang strategis bagi Indonesia,” kata Sutanto menambahkan.

Bukan kali ini saja Emtek Group terlibat dalam event olahraga akbar dalam maupun luar neegeri. Sebelumnya, Emtek Group melalu berbagai unit usahanya sudah dipercaya menayangkan siaran langsung Liga Champions, Olimpiade, Asian Games, hingga turnamen sepak bola BRI Liga 1.

FIFA World Cup atau Piala Dunia FIFA Qatar 2022 akan menjadi turnamen sepak bola terbesar di dunia yang pertama kali diselenggarakan di Timur Tengah dan salah satu compact tournament atau turnamen paling kompak yang pernah ada, yang berarti para penggemar dapat menonton hingga dua pertandingan langsung per hari.

Berawal pada Desember 2010, Qatar membuat sejarah dengan memenangkan hak untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2022 dan menjadi negara Timur Tengah pertama yang melakukannya.

Sejak itu, negara tersebut telah menggunakan kesempatan ini untuk tidak hanya mengembangkan pengalaman yang luar biasa bagi para penggemar, tetapi juga untuk menciptakan warisan abadi bagi Qatar, Timur Tengah, Asia, dan dunia.

“Ketika kami mengajukan tawaran untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA, kami tidak mengabaikan tantangan yang kami hadapi. Dengan kreativitas dan tekad, kami mengubah tantangan tersebut menjadi kekuatan yang memungkinkan kami membuat sejarah,” ujar heikh Mohammed Bin Hamad Al Thani, Managing Director di Supreme Committee for Delivery & Legacy.Advertisement

Qatar melarang penjualan bir di stadion Piala Dunia 2022 pada Jumat 18 November 2022.

Mengutip AP, Sabtu (10/11/2022), Qatar tiba-tiba mengubah kesepakatan yang dibuat oleh emirat Muslim konservatif itu, dengan tujuan mengamankan turnamen sepak bola Piala Dunia 2022 yang tinggal dua hari memasuki acara pembukaan.

Baca Juga : Menparekraf Sandiaga Uno Bakal Usulkan Hari Ekonomi Kreatif Nasional ke Presiden Jokowi

Langkah tersebut merupakan tanda terbaru dari ketegangan soal perhelatan tersebut, yang bukan hanya sebuah turnamen olahraga tetapi juga pesta selama sebulan, di negara otokratis di mana penjualan alkohol sangat dibatasi.

Ini juga merupakan pukulan signifikan bagi sponsor bir Piala Dunia Budweiser, dan menimbulkan pertanyaan tentang seberapa besar kontrol yang dipertahankan FIFA atas turnamennya.

Ketika Qatar meluncurkan tawarannya untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia, negara tersebut menyetujui persyaratan FIFA untuk menjual alkohol di stadion – tetapi detailnya baru dirilis pada bulan September, hanya 11 minggu sebelum kickoff pertama, menunjukkan betapa rumitnya negosiasi tersebut.

Pernyataan FIFA hari Jumat mengatakan bir non-alkohol masih akan dijual di delapan stadion, sementara sampanye, anggur, wiski, dan alkohol lainnya akan disajikan di area perhotelan mewah di arena.

Tetapi sebagian besar pemegang tiket tidak memiliki akses ke area tersebut; mereka akan dapat minum bir beralkohol di malam hari di tempat yang dikenal sebagai FIFA Fan Festival, area pesta khusus yang juga menawarkan musik dan aktivitas langsung.

Di luar area turnamen, Qatar membatasi pembelian dan konsumsi alkohol, meskipun penjualannya telah diizinkan di bar hotel selama bertahun-tahun.

“Menyusul diskusi antara otoritas negara tuan rumah dan FIFA, sebuah keputusan telah dibuat untuk memfokuskan penjualan minuman beralkohol pada Festival Penggemar FIFA, tujuan penggemar lainnya dan tempat berlisensi, menghapus titik penjualan bir dari … perimeter stadion,” kata FIFA dalam sebuah pernyataan.

(Visited 8 times, 1 visits today)