Polisi Akan Kembali Panggil Amien Rais soal Hoaks Ratna Sarumpaet

0
83
Polisi Akan Kembali Panggil Amien Rais soal Hoaks Ratna Sarumpaet
Polisi Akan Kembali Panggil Amien Rais soal Hoaks Ratna Sarumpaet

Indolah.com – Polisi Akan Kembali Panggil Amien Rais soal Hoaks Ratna Sarumpaet, Polisi kembali melayangkan surat panggilan kedua pada Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais berkaitan penyelidikan kasus hoaks Ratna Sarumpaet. Pemeriksaan direncanakan pada Rabu (10/10/2018), itu karena Amien Rais mangkir dalam pemanggilan sebelumnya.

“Ya (agenda pemeriksaan Amien Rais) hari Rabu,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Senin (8/10/2018).

Akan tetapi, selama ini belun didapati apakah materi pemeriksaan yang dikasihkan penyidik pada Amien Rais. Argo juga tidak ingin menjelaskan siapa lagi pihak yang akan diperiksa dalam kasus itu.

“Nanti ya, belum ada,” katanya.

Awal mulanya, Amien Rais rencananya akan diperiksa menjadi saksi dalam kasus hoaks Ratna, Pada Jumat (5/10). Akan tetapi, mantan Ketua MPR RI itu dinyatakan mangkir sebab polisi tidak mendapatkan penjelasaan berkaitan alasan Amien Rais enggan penuhi panggilan.

Baca Juga : Kavanaugh jadi Hakim Agung AS Walaupun Dituding Skandal Seks

Diketahui, Amien Rais sudah sempat menyampaikan pengakuan pada media berkaitan pernyataan Ratna sebagai korban pengeroyokan di Bandara Husein Sastranegara Bandung Jawa Barat pada 21 September 2018. Amien saat itu mengatakan tindakan penganiayaan pada Ratna adalah pelanggaran hak asasi manusia hingga aparat kepolisian mesti mencari pelakunya.

Akan tetapi penganiayaan itu ternyata merupakan rekayasa belaka setelah Ratna Sarumpaet mengakui sudah berbohong atas foto wajah lebam yang tersebar di sosial media. Ternyata, babak belur di wajah Ratna itu karena operasi bedah plastik di Rumah Sakit Khusus Bedah Bina Estetika.

Berkaitan hoaks penganiayaan itu, Ratna Sarumpaet pada akhirnya diputuskan menjadi tersangka dan sudah mendekam di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya. Ia dijerat Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 46 mengenai peraturan hukum pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 mengenai Informasi dan Transaksi Elektronik. Dari penerapan pasal berlapis itu, Ratna Sarumpaet terancam hukuman pidana 10 tahun penjara.

(Visited 11 times, 1 visits today)