Polisi Gerebek Kios Penjual Miras Oplosan yang Tewaskan Dua Warga Surabaya

0
100
Polisi Gerebek Kios Penjual Miras Oplosan yang Tewaskan Dua Warga Surabaya
Polisi Gerebek Kios Penjual Miras Oplosan yang Tewaskan Dua Warga Surabaya

Indolah.com, Surabaya – Polisi Gerebek Kios Penjual Miras Oplosan yang Tewaskan Dua Warga Surabaya, Buntut dari tewasnya dua warga Surabaya usai berpesta miras pada malam tahun baru, polisi menggerebek penjual miras yang diduga menyuplai miras oplosan tersebut.

Penggerebekan dilakukan pada hari Kamis (3/1/2019) pukul 22.00 WIB. Sasaran polisi adalah sebuah kios di Jalan Kapas Madya, Tambaksari, yang diduga menjual miras kepada dua korban tewas.

Dari hasil penggerebekan itu, polisi pun menemukan sejumlah botol miras golongan A dan C serta bir yang masih tersisa.

“Dari pengakuan saksi, informasinya mengarah di Jalan Kapas Madya nomor 99,” kata Kanit Reskrim Endri Subandriyo kepada wartawan, Kamis (3/1/2019).

Baca Juga: 5 Jenazah Korban Tsunami Selat Sunda yang Belum Teridentifikasi Dimakamkan

Polisi Gerebek Kios Penjual Miras Oplosan yang Tewaskan Dua Warga Surabaya

Endri menjelaskan pemilik kios diketahui berinisial H (46). Kepada petugas, H sudah mengakui jika pada malam tahun baru menjual miras jenis arak atau cukrik bertutup biru.

“Penjual mengaku menjual 3 dus arak. Satu dus berisi botol besar dan dua dus berisi botol kecil. Minuman tersebut habis dijual pada malam tahun baru,” ungkap Endri.

Dari pengakuan penjual juga, polisi mengetahui jika miras oplosan itu dipasok oleh seseorang dari luar Kota Surabaya.

“Miras tersebut dikirim oleh seseorang dari wilayah Tuban. Mereka memasok miras setiap dua minggu sekali dengan mengunakan mobil pikap,” ujar Endri.

H kemudian diamankan polisi untuk dimintai keterangan terkait peredaran miras yang kemudian menyebabkan dua orang tewas di malam tahun baru.

“Dari temuan di TKP, kalau tidak terbukti ngoplos nantinya akan dikenakan pidana ringan (tipiring),” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, dua warga Surabaya bernama Ari Gunawan (18) dan Ahmad Setiawan (35) meregang nyawa usai menggelar pesta miras bersama tiga teman lainnya di rumah kontrakan Ahmad di Jalan Kalilom.

Menurut Endri, sebenarnya mereka hanya menghabiskan tiga botol miras oplosan. Namun mereka mencampur miras itu dengan sebuah minuman bersoda yang belakangan diketahui berefek dahsyat.

“Mereka habis tiga botol minum cukrik tutup biru. Dengan ukuran botol mineral besar dicampur dengan minuman Fanta merah,” ungkapnya.

(Visited 20 times, 1 visits today)