Polisi : Isu Hoax Digunakan Untuk Menarik Massa Kepung YLBHI

0
305
Polisi : Isu Hoax Digunakan Untuk Menarik Massa Kepung YLBHI
Polisi : Isu Hoax Digunakan Untuk Menarik Massa Kepung YLBHI

Indolah.com – Polisi : Isu Hoax Digunakan Untuk Menarik Massa Kepung YLBHI, Kepolisian memastikan bahwa massa yang mengepung kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia ( YLBHI), di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/9/2017) dini hari adalah korban isu hoax.

Menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis, di media sosial sebelum aksi pengepungan kantor YLBHI, tersebar isu hoax yang mengatakan YLBHI menggelar diskusi tentang Partai Komunis Indonesia (PKI).

Polisi : Isu Hoax Digunakan Untuk Menarik Massa Kepung YLBHI

“Ya, itu tadi isu yang berkembang, kadang-kadang di medsos hoax. Itu yang sehingga dijabarkan oleh orang-orang yang hanya menerima informasi sepihak,” ujar Idham di Mapolda Metro Jaya, Senin.

Baca Juga : Kuwait Ikut Musuhi dan Beri Tekanan ke Korea Utara

Idham menambahkan, akibat kesalahpahaman itu membuat massa menggeruduk dan akhirnya mengepung kantor YLBHI.

“tidak tahu, lalu berkumpul, kemudian berusaha untuk melakukan tindakan-tindakan anarkis,” ucap dia.

Idham memastikan, meski massa sempat bertindak anarkistis, polisi langsung sigap mengendalikannya. Menurut dia, saat ini kondisi lokasi sudah kondusif.

“Saya ingin meyakinkan teman-teman, setelah jam 02.10 tadi pagi, situasi sudah bisa kita kendalikan, orang-orang itu sudah kembali semuanya ke tempatnya masing-masing. Jakarta kembali aman, tertib, Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar,” kata Idham.

Baca Juga : Miris, Seorang Ibu Tua di Medan Dibuang Oleh Pengendara Mobil, Berikut Rekaman CCTV-nya!

Sementara itu, Ketua Bidang Advokasi YLBHI Muhammad Isnur mengatakan bahwa pihaknya memang menyelenggarakan acara diskusi dan pagelaran seni sejak Minggu sore.

Namun, diskusi dan pagelaran seni itu membahas soal darurat demokrasi. Dia pun membantah bahwa diskusi dan pagelaran seni itu mengangkat soal PKI. Diskusi tersebut, kata Isnur, juga mengundang seniman, budayawan dan akdemisi.

“Seringkali kami dituduh fasilitasi acara PKI, itu sama sekali enggak benar,” ujarnya.

(Visited 56 times, 1 visits today)