Powerbank Daya Besar Dilarang Masuk Pesawat, Begini Alasannya

0
354
Powerbank Daya Besar Dilarang Masuk Pesawat, Begini Alasannya
Powerbank Daya Besar Dilarang Masuk Pesawat, Begini Alasannya

Indolah.com – Powerbank Daya Besar Dilarang Masuk Pesawat, Begini Alasannya, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melarang penumpang membawa power bank dan baterai lithium cadangan di pesawat udara. Peraturan tersebut diberlakukan setelah ada kejadian kebakaran pada penerbangan salah satu maskapai di Cina.

Kejadian kebakaran yang sempat viral di media sosial itu, diakibatkan ledakan power bank yang disimpan penumpang pesawat dalam tas jinjing dan diletakkan di bagasi kabin.

“Pastinya kami akan bersinergi untuk membantu pihak Avsec (Aviation Security) khususnya untuk lakukan penertiban,” kata Kapolres Bandara Soetta Komisaris Besar Akhmad Yusep Gunawan di Polda Metro Jaya, Rabu (14/3/2018)

Yusep menyampaikan, polisi juga akan menyosialisasikan aturan pelarangan tersebut agar masyarakat mengerti alasannya.

Menurut Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional (IATA), rating maksimal power bank yang dibolehkan masuk ke dalam kabin pesawat adalah 160 Wh (watt-hour).

Baca Juga : Panglima TNI Janji Ungkap Hasil Investigasi Kecelakaan Alutsista

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam acara Rapat Koordinasi Teknis Perhubungan Darat 2018 bertempat di Ruang Birawa, Hotel Bidakara, Jakarta Pusat, Rabu (14/3/2018) pagi tadi.

“Powerbank, itu adalah satu aturan yang dibuat oleh IATA, IATA adalah satu organisasi perjalanan internasional, jadi itu baku ya,” kata Budi menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh awak media.

Menurut Budi, ketentuan yang diperbolehkan untuk dibawa dalam penerbangan adalah yang memiliki daya lebih dengan rating di bawah 100 Wh. Selebihnya, tidak diperkenankan.

“Sebenernya powerbank itu tetap boleh bagi mereka yang dalam suatu kualifikasi di bawah 100 itu boleh. Yang gak boleh itu yang besar,” ujar Budi.

“Jadi nanti ada suatu kualifikasi. Intinya tetap boleh, yang gak boleh yang besar-besar,” kata Budi.

Sebelumnya pada tanggal 09 Maret 2018 lalu, Direktorat Jenderal Perhubungan Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan merilis Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2018 tentang Ketentuan Membawa Pengisi Baterai Portabel dan Baterai Litium Cadangan pada Pesawat Udara. Hal ini dikeluarkan terkait dengan adanya potensi risiko bahaya meledak/kebakaran pada power bank dalam upaya keselamatan penerbangan.

(Visited 57 times, 1 visits today)