Presiden Jokowi Menegaskan Hanya Memblokir Telegram

0
158
Presiden Jokowi Menegaskan Hanya Memblokir Telegram
Presiden Jokowi Menegaskan Hanya Memblokir Telegram

Indolah.com – Presiden Jokowi Menegaskan Hanya Memblokir Telegram, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk memblokir aplikasi percakapan Telegram, yang diduga banyak digunakan oleh kelompok teroris ataupun radikal. Presiden Jokowi menegaskan hanya memblokir Telegram, tidak media sosial yang lain.

Tidak (pemblokiran media sosial yang lain-red). Tidak,” tegas Jokowi saat ditemui wartawan usai dirinya meresmikan Akademi Bela Negara di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (16/7/2017).

Presiden Jokowi Menegaskan Hanya Memblokir Telegram

Jokowi mengatakan, pemerintah sudah lama melakukan pengamatan sebelum memblokir Telegram di Indonesia. Disinyalir, banyak yang menggunakan media sosial sebagai wadah komunikasi kelompok maupun orang yang diniyalir bisa mengganggu keamanan negara, seperti teroris.

Baca Juga : Inilah Tiga Sosok Yang Jadi Mentor Politik Tsamara Amany

Kita sudah mengamati lama. Sudah mengamati lama. Dan kita agar ini kan mementingkan keamanan negara, masyarakat, oleh sebab itu, keputusan itu dilakukan. Karena memang tidak hanya satu, dua, tiga, empat, lima. Ini ada ribuan yang ada di situ (Telegram-red) yang dikategorikan akan mengganggu keamanan negara ini, mengganggu keamanan masyarakat,” katanya.

Jokowi juga mengatakan, masih banyak aplikasi media sosial lain yang bisa digunakan masyarakat untuk berkomunikasi. “Kita lihat kan masih banyak aplikasi yang lain, yang bisa digunakan,” katanya.

Baca juga : Inilah Empat Penari Telanjang Yang Digrebek Di Inul Vista

Selain Indonesia, ada beberapa negara di dunia yang sudah menutup layanan aplikasi berkirim pesan Telegram sejak tahun lalu.

Seperti halnya China, di laman Hong Kong Free Press dituliskan, telah memblokir Telegram sejak 2015 lalu.

Bulan lalu juga Rusia mengancam memblokir Telegram bila tidak memberikan informasi kepada pemerintah terkait mengenai perusahaan di balik layanan aplikasi Telegram. Regulator komunikasi Russia, Roskomnadzor menuduh Telegram melanggar peraturan.

Baca Juga : BNN Siap Cegah Bandar Sabu Filipina yang Pindah Jualan di RI, Jakarta

Aplikasi Telegram juga sangat populer di Iran. April lalu, berdasarkan putusan pengadilan, Iran menutup layanan panggilan suara, voice call Telegram.

Sejak Januari 2016 lalu, traffic Telegram di Arab Saudi juga terbatas.

Di Indonesia, layanan Telegram sudah diblokir sejak Jumat (14/7/2017), pukul 11.00 WIB.

(Visited 42 times, 1 visits today)