Pria Tionghoa Medan Tewas Bersimbah Darah di Pinggir Selokan

0
428
Pria Tionghoa Medan Tewas Bersimbah Darah di Pinggir Selokan
Pria Tionghoa Medan Tewas Bersimbah Darah di Pinggir Selokan

Indolah.com – Pria Tionghoa Medan Tewas Bersimbah Darah di Pinggir Selokan, Edi Susanto alias Ali (41), pria tionghoa ditemukan tak bernyawa oleh warga dengan kondisi terlentang di pinggir selokan dengan darah membasahi sekujur tubuhnya di Gang Pinang Baris, Dusun 2, Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin, Sedang Bedagai, Minggu (14/1) sekitar pukul 04.00 WIB.

Warga kemudian melaporkan temuan itu ke Polsek Tanjung Beringin. Setelah dilakukan olah TKP jenazah selanjutnya dibawa ke RSU Bhayangkara Medan untuk dilakukan otopsi.

Hasil pemeriksaan Polsek Tanjung Beringin, korban tewas itu bernama Edi Susanto alias Ali (41), warga Dusun 1, Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin, Sergai.

“Dari pemeriksaan awal kita temukan ada bekas tikaman 4 liang, di bagian tangan, belakang dan punggung korban,” beber AKP Afiuddin, Minggu (14/1/2018).

“Dugaan sementara tewasnya Ali akibat dibunuh. Hal itu diketahui dari adanya bekas luka tusukan dibelakang dan tangan korban,” lanjutnya.

Baca Juga : Badan Pesawat Milik Surya Paloh Didesain ‘Nasdem For Jokowi 2019’

Menurut Kapolsek, saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui pelaku dan keberadaannya. “Kita masih melakukan penyelidikan dan memburu pelakunya,” bilang AKP Afiuddin.

Kemungkinan pelakunya kenal dengan korban, Hal itu terlihat lokasi berada jauh dari pemukiman warga dan disekitar selokan. Sementara rumah korban tidak jauh dari lokasi pembunuhan.

Selain itu tidak ada tanda-tanda perampokan, pasalnya saat dilakukan pemeriksaan polisi menemukan barang bukti berupa 2 handphone, 1 bungkus rokok berisi pipet dan 1 mancis dari saku korban.

Ada indikasi dugaan, pembunuhan dimotori perselisihan antara korban dengan pelaku. Namun belum diketahui motif dan siapa pelaku nekat menghabisi nyawa Ali.

Udin, warga Kampung Baru mengatakan, Ali dulunya sempat menjadi juragan ikan asin dan mempunyai beberapa perahu. Namun, dia mengalami kebangkrutan sehingga tidak mempunyai pekerjaan tetap lagi.

“Dulu dia kaya tapi sekarang susah. Kami pun tak tau kerjaannya,” sebut Udin.

Setelah dilakukan otopsi, jenazah Ali dibawa ke Tebingtinggi untuk disemayamkan, karena sebagian besar keluarganya berada di sana.

(Visited 103 times, 1 visits today)