Pulau Ajab di Kepri Dijual di Situs Online Canada Seharga Rp 44 Miliar

0
64
Pulau Ajab di Kepri Dijual di Situs Online Canada Seharga Rp 44 Miliar
Pulau Ajab di Kepri Dijual di Situs Online Canada Seharga Rp 44 Miliar

Indolah.com – Pulau Ajab di Kepri Dijual di Situs Online Canada Seharga Rp 44 Miliar, Situs online privateislandonline.com yang berkantor di Toronto, Canada kembali memasang iklan penjualan pulau di Indonesia. Kali ini yang dijual adalah Pulau Ajab di Kepulauan Riau seharga USD 3,3 juta atau sekitar Rp 44 miliar.

Pantauan indolahcom, Senin (15/1/2018), di situs tersebut, Pulau Ajab berlokasi di Kepulauan Riau. Luas pulau sekitar 29,9 hektare.

Pulau itu memiliki pantai dengan pasir putih dan dapat dijangkau 20 menit dari Pulau Bintan menggunakan kapal.

Tertulis dalam iklan itu, belum ada pembangunan di pulau tersebut. Pemilik pulau nantinya diizinkan untuk mengembangkan Pulau Ajab.

Baca Juga : Pria Tionghoa Medan Tewas Bersimbah Darah di Pinggir Selokan

Warga Mantang, Iyan membenarkan kabarnya pulau itu akan dijual. Pulau yang masuk dalam kawasan Desa Mantang Lama itu tak berpenghuni, namun alamnya masih murni dan pemandangannya sangat indah.

“Pulau itu dekat dari pusat pemerintahan kecamatan ini. Tidak terlalu besar pulaunya, tetapi alamnya masih terjaga,” ujarnya, kemarin.

Sementara itu, salah satu pengelola wisata di Bintan, Agus mengatakan penjualan pulau di Indonesia, khususnya Bintan sah-sah saja dilakukan. Asalkan mengikuti aturan yang berlaku di negara ini.

“Investasi pariwisata itu sangat bagus karena bisa mengeliatkan perekonomian daerah. Kemudian dampaknya ke PAD dan rekrutmen tenaga kerja juga ada. Terpenting, pulau yang dibeli jangan sampai jadi negara baru di NKRI,” katanya.

Jika Warga Negara Asing (WNA) yang membelinya harus merujuk kepada Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) Tahun 1960 dimana WNA tidak berhak atas kepemilikan tanah di Indonesia. Tetapi negara menjamin kepastian hukumnya dengan memberikan Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak Guna Bangunan (HGB).

Aturan ini juga ditegaskan dengan dikeluarkannya PP Nomor 103 Tahun 2015 tentang hak dan kewajiban WNA untuk tinggal dan menetap di Indonesia. Aturan yang dikeluarkan Presiden RI, Joko Widodo ini menegaskan WNA tidak diberikan hak milik atas tanah yang berada di seluruh nusantara ini.

“Dalam aturannya pengelolaan pulau kecil itu hanya 70 persen. Sedangkan 30 persen lagi harus dikuasai negara untuk kepentingan umum dan masyarakat,” jelasnya.

Seperti halnya Pulau Ajab ini. Pulau ini boleh saja dikelola oleh WNA karena secara geografis tidak bersinggungan secara langsung dengan batas-batas negara. Jadi secara kedaulatan daratan itu masih di bawah otoritas dan kewenangan negara ini.

Namun perlu diingat lagi, sesuai UU Nomor 1 Tahun 2017 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau kecil. WNA diberikan hak hanya sebatas Hak Penguasaan Perairan Pesisir (HP3).

“Jadi bagi WNA yang beli pulau ini hanya sebatas hak pakai/guna saja. Peruntukannya kegiatan bisnis, perikanan dan kelautan maupun hasil-hasil dari wilayah pesisir,” ucapnya.

Pulau Ajab di Kepri Dijual di Situs Online Canada Seharga Rp 44 Miliar
Pulau Ajab di Kepri Dijual di Situs Online Canada Seharga Rp 44 Miliar

Tak hanya Pulau Ajab, privateislandonline.com juga menawarkan Pulau Toja Una-Una di Sulawesi Tengah untuk dijual. Namun tidak disebut harga yang ditawarkan. Hanya ditulis harga sesuai dengan permintaan.

Sebelumnya, pada 2012, privateislandonline.com juga memasang iklan penjualan Pulau Gambar di Laut Jawa dan Pulau Gili Nanggu di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

(Visited 26 times, 1 visits today)