Puluhan Siswa di Kamerun Diculik Kelompok Bersenjata

0
36
Puluhan Siswa di Kamerun Diculik Kelompok Bersenjata
Puluhan Siswa di Kamerun Diculik Kelompok Bersenjata

Indolah.com – Puluhan Siswa di Kamerun Diculik Kelompok Bersenjata, Sekumpulan pria bersenjata menculik 79 pelajar dari satu asrama sekolah di wilayah barat daya Kamerun pada Senin (5/11).

Juru Bicara Pemerintah Kamerun, Louis Marie Begne, menjelaskan jika beberapa pria masuk asrama Sekolah Menengah Presbyterian di Bamenda, melumpuhkan semua penjaga, serta membawa 79 anak, terdiri dari lelaki serta wanita, yang tengah tertidur.

Begne juga menjelaskan, jika kelompok itu punya niat untuk kabur dengan membajak bus sekolah. Akan tetapi, sang sopir berpura-pura bus itu tengah rusak hingga mereka berjalan kaki sambil membawa anak-anak.

Semua tentara, petugas kepolisian, sampai berbagai unit militer yang lain ikut mencari anak-anak itu. Begne menduga anak-anak sudah dibagi jadi beberapa kelompok.

Awal mulanya, kepala sekolah juga telah diculik, lalu dibebaskan tiga hari yang lalu. Dia disuruh tidak kembali pada sekolah untuk keamanannya.

Baca Juga : Ini Petunjuk yang Menguak Penyebab Jatuhnya Lion Air di Karawang

Begne belumlah dapat mengungkap pelaku penculikan itu. Akan tetapi, dia tidak menampik peluang kelompok separatis ikut serta dalam tindakan ini.

Awal mulanya, kelompok separatis Anglophone mengatakan kemerdekaan dari pemerintah Kamerun. Kelompok itu sudah didakwa lakukan penculikan mahasiswa di beberapa wilayah Kamerun.

Pada September lalu, tujuh siswa serta seorang kepala sekolah diculik oleh kelompok separatis ini dari sekolah mereka di Kota Bafut.

Menurut Amnesty Internasional, beberapa sandera disiksa serta dilukai sebelum dibebaskan. Mereka juga menuduh para kelompok separatis lakukan serangan pada sekelompok prajurit di kota Buea.

Kelompok separatis sering lakukan kekerasan di Kamerun. Tahun kemarin, satu protes kelompok bersenjata untuk mengatakan kemerdekaan berbuntut ricuh.

Tahun ini, pergerakan separatis yang makin berkembang juga jadi memperburuk keamanan di negara itu. Presiden Kamerun, Paul Biya, didakwa memakai militer untuk memperlancar serangan pada kelompok separatis bersenjata itu.

(Visited 13 times, 1 visits today)