Ratusan Pastor di Amerika Dituduh Melakukan Pelecehan Seksual

0
206
Ratusan Pastor di Amerika Dituduh Melakukan Pelecehan Seksual
Ratusan Pastor di Amerika Dituduh Melakukan Pelecehan Seksual

Indolah.com – Ratusan Pastor di Amerika Dituduh Melakukan Pelecehan Seksual, Mahkamah Negara Bagian Pennsylvania, Amerika Serikat, merilis laporan panel juri berisi perincian dugaan pelecehan seksual di Gereja Katolik yang menuduh lebih dari 300 pastor.

Laporan investigasi panel juri sepanjang 18 bulan temukan lebih dari 1.000 anak sudah dilecehkan oleh pastor-pastor dari enam paroki di negara bagian itu selama 70 tahun terakhir.

“Kami yakini jika angka sebetulnya meliputi anak-anak yang catatannya hilang atau takut tampil ke muka berjumlah ribuan,” ucap laporan itu.

Serangkaian peristiwa itu, menurut laporan itu, ditutup-tutupi oleh pihak gereja dengan sistematis hingga tidak tampil ke permukaan.

“Mereka semua (korban-korban) dikesampingkan oleh beberapa pemimpin gereja yang memilih melindungi pelaku pelecehan dan institusi mereka.”

Uskup Agung Donald Wuerl kirim surat ke beberapa pastor di Pennsylvania yang memperingatkan mereka jika laporan investigasi panel juri Pennsylvania berisi perincian yang “sangat begitu mengganggu”. (Getty Images)

Karena diduga ada usaha menutup-nutupi oleh petinggi senior Gereja Katolik, sejumlah besar masalah pelecehan ini telah sangat uzur untuk dilakukan tindakan.

Walau demikian, aparat memperingatkan jika sangat mungkin saja ada tuduhan yang dikirimkan pada saat investigasi berlanjut.

Baca Juga : Hutang Narkoba, Satu Keluarga di Makassar Tewas Dibakar

Laporan penyelidikan tersebut menyebutkan nama beberapa ratus pastor yang disangka ikut serta, akan tetapi beberapa nama disensor karena di kuatirkan akan melanggar hak konstitusional mereka.

Jaksa Agung Negara Bagian Pennsylvania, Josh Shapiro, menyatakan pihaknya akan berusaha supaya sensor itu dicabut hingga beberapa nama pastor yang diduga ikut serta bisa diungkap semua.

“Pejabat-pejabat gereja dengan rutin serta sengaja menggambarkan pelecehan menjadi permainan kuda-kudaan, bergulat, atau perbuatan tidak pantas. Walau sebenarnya istilahnya bukan itu. Ini merupakan pelecehan seksual pada anak-anak, termasuk juga pemerkosaan,” kata Shapiro.

Laporan investigasi ini mengritik Uskup Agung Washington DC, Kardinal Donald Wuerl yang awal mulanya bekerja di Pittsburgh, karena dipandang bertindak menutup-nutupi peristiwa-peristiwa pendapat pelecehan.

Dalam pembelaannya sebelum laporan investigasi diumumkan ke publik, Kardinal Wuerl melaunching pengakuan yang menyatakan dianya “sudah ambil beberapa langkah supaya pelanggaran tidak berlangsung, dengan memerhatikan beberapa korban dan untuk menahan tindak pelecehan berlangsung di waktu yang akan datang”.

“Laporan ini bisa menjadi pengingat kegagalan serius yang perlu disadari Gereja serta oleh karena itu Gereja mesti meminta maaf,” catat Wuerl.

Uskup Agung Washington, Kardinal Theodore McCarrick, mengundurkan diri dari jabatannya di dalam dakwaan jika dia sempat berbuat tidak etis seseorang remaja pada masa 1970-an. (Getty Images)

Panel juri Pennsylvania yang dibuat pada 2016, wawancarai beberapa puluh saksi serta menyimak lebih dari 500.000 halaman dokumen-dokumen internal dari tiap-tiap paroki di negara sisi itu, terkecuali Philadelphia serta Altoona-Johnstown yang telah diselidiki terlebih dulu.

Umumnya korban pelecehan mengklaim mereka dibius atau dimanipulasi. Beberapa korban mengakui dipukuli keluarga mereka sendiri yang tidak yakin narasi masalah pelecehan seksual yang mereka alami.

Umat Katolik di Negara Sisi Pennsylvania sejumlah seputar 3 juta orang.

Media di AS memberikan laporan jumlahnya investigasi panel juri pada pendapat pelecehan seksual Gereja Katolik di Pennsylvania merupakan yang paling banyak di seantero negeri.

Laporan investigasi yang paling baru meningkatkan panjang daftar pendapat pelecehan seksual di Gereja Katolik.

Bulan lantas, Kardinal Theodore McCarrick yang sempat menjabat Uskup Agung Washington DC, mengundurkan diri di dalam dakwaan jika dia berbuat tidak etis anak-anak serta orang dewasa saat berpuluh tahun.

Lalu awal tahun ini, Paus Fransiskus mohon maaf pada beberapa korban di Chile atas “kekeliruan serius” yang dia bikin dalam mengatasi kasus-kasus pendapat pelecehan seksual anak.

(Visited 40 times, 1 visits today)