Rey Utami dan Pablo Benua Salahkan Manajemen Terkait Kasus ‘Ikan Asin’

0
58
Rey Utami dan Pablo Benua Salahkan Manajemen Terkait Kasus 'Ikan Asin'
Rey Utami dan Pablo Benua Salahkan Manajemen Terkait Kasus ‘Ikan Asin’

Indolah.com, Jakarta – Rey Utami dan Pablo Benua Salahkan Manajemen Terkait Kasus ‘Ikan Asin’, Pasangan YouTuber, Rey Utami dan Pablo Benua, menyampaikan permintaan maaf atas vlog ‘ikan asin’. Permintaan maafnya itu disampaikan melalui secarik kertas.

Pengacara Rey Utami-Benua, M Burhanuddin, menyebut kliennya menulis surat tersebut di dalam rumah tahanan Polda Metro Jaya. Rey dan Benua dikatakannya menulis surat itu untuk meminta maaf kepada masyarakat Indonesia, khususnya kaum wanita.

Baca Juga:

Rey Utami dan Pablo Benua Salahkan Manajemen Terkait Kasus ‘Ikan Asin’

“Iya itu ditulis di rutan suratnya. Mereka (Rey-Benua) berdua minta maaf itu,” kata pengacara Rey-Benua, M Burhanuddin, saat dimintai konfirmasi Indolah.com, Selasa (23/7/2019).

Dalam surat yang diterima Indolah.com dari tim kuasa hukum Rey Utami dan Pablo Benua, ada dua lembar kertas yang ditulis tangan oleh Pablo. Surat itu diketahui ditulis pada 18 Juli 2019.

“Kepada seluruh masyarakat Indonesia, Khususnya para wanita di Indonesia, bahwa kejadian yang baru saja menghebohkan Indonesia ini bukanlah kemauan saya dan istri saya, Rey Utami,” tulis Rey dan Benua mengawali suratnya.

Dalam surat tersebut, keduanya juga menyalahkan manajemennya, ReyBen Entertainment, atas vlog yang telah menyeretnya ke sel tahanan. Rey dan Benua menuding manajemen yang merencanakan hingga menyebarkan vlog tersebut.

“Channel YouTube Rey Utamu & Benua bekerja sama dengan manajemen ReyBen Entertaiment-lah yang merencanakan, memproduksi, dan menyebarkan video tersebut, sementara saya dan Rey hanya sebagai YouTuber atau host di dalam acara atau konten ‘Mulut Sampah’,” lanjutnya.

Namun keduanya tetap menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan akibat vlog tersebut. Meski begitu, dalam surat itu mereka tidak menyinggung permintaan maaf kepada korban, Fairuz A Rafiq.

“Akan tetapi, saya memohon maaf kepada seluruh masyarakat di Indonesia, khususnya ibu-ibu dan para kaum wanita, bilamana video wawancara tersebut telah membuat kegaduhan yang tak henti-hentinya. Dari kejadian tersebut membuat saya sadar dan memberikan saya pelajaran yang besar untuk tidak mudah percaya terhadap orang lain dan di kemudian hari saya bisa lebih berhati-hati dalam bekerja sama dengan orang lain,” lanjutnya.

(Visited 15 times, 1 visits today)