Ribuan Orang Hadiri Pemakaman Perawat Palestina yang Ditembak Israel

0
508
Ribuan Orang Hadiri Pemakaman Perawat Palestina yang Ditembak Israel
Ribuan Orang Hadiri Pemakaman Perawat Palestina yang Ditembak Israel

Indolah.com – Ribuan Orang Hadiri Pemakaman Perawat Palestina yang Ditembak Israel, Ribuan warga Palestina mengantar jenazah Razan al-Najjar (21), seorang sukarelawan Kementerian Kesehatan Gaza yang tertembak mati pasukan militer Israel saat bentrokan dengan para demonstran di dekat perbatasan di Jalur Gaza., Minggu, 2 Juni 2018.

Dilansir dari AFP, Minggu (3/6/2018), perawat muda Razan Al Najjar ditembak mati di bagian dada di dekat Khan Yunis, yang berlokasi sekitar 25 kilometer selatan Kota Gaza pada Jumat (1/6/2018) sore. Saat itu, Razan yang berpakaian putih tim medis, tengah berusaha membantu salah seorang pengunjuk rasa lainnya.

Ketika itulah tiba-tiba, menurut keterangan salah satu saksi mata, tentara Israel yang diyakini adalah penembak jitu (sniper) melepaskan dua atau tiga tembakan dari seberang pagar pembatas. Raza pun terjatuh, terkena tembakan di bagian atas tubuhnya. Hingga, tak lama kemudian setelah sempat dirawat, nyawanya tak tertolong lagi.

Kesaksian itu antara lain disampaikan Ibrahim Al Najjar (30), salah seorang kerabat Razan yang ada di tempat kejadian. Menurut Ibrahim, saat itu Razan berada kurang dari 90 meter dari pagar, sembari memasang perban untuk seorang lelaki yang terluka usai terkena gas air mata.

Sang lelaki lalu dibawa ambulans, sementara rekan-rekan Razan lantas mendekatinya yang juga sedikit terpengaruh gas. Saat itulah kata Ibrahim, tiba-tiba terdengar tembakan, dan Razan pun tumbang.

Ibrahim mengaku lantas segera mengangkat tubuh Razan bersam dua orang lain ke ambulans yang membawanya ke rumah sakit lapangan terdekat. Dokter Salah Al Rantisi, manajer rumah sakit tersebut, mengatakan bahwa Razan dibawa dalam kondisi serius, hingga akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Gaza Eropa di Khan Younis, di mana dia akhirnya meninggal di ruang operasi.

Saksi mata lain dan keterangan dari Kementerian Kesehatan Gaza menyampaikan kronologis sedikit berbeda.

Baca Juga : Tiga Teroris Alumni Mahasiswa Unri Berencana Ledakkan Gedung DPR

Menurut mereka, saat itu Razan bersama rekan-rekannya dari tim medis berjalan ke arah pagar pembatas dengan tangan terangkat ke atas, dengan maksud hendak mengevakuasi beberapa pengunjuk rasa yang terluka. Saat itulah tembakan meletus, dan Razan tumbang tertembus peluru di bagian dadanya.

“Razan tidak menembak (tidak pegang senjata). Dia (justru) menyelamatkan jiwa manusia dan mengobati mereka yang terluka,” tegas Ibrahim pilu.

Kru ambulan dan medis berdatangan menghadiri pemakaman. Ayahnya memegang baju medis bernoda darah yang dikenakan anaknya saat ditembak, sementara itu pelayat yang hadir meminta balas dendam.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Ashraf al-Qudra mengatakan beberapa warga Gaza terluka dalam peristiwa tersebut.

Beberapa waktu lalu, Razan sendiri sempat menyatakan bahwa ayahnya bangga dengan apa yang kini ia lakukan (sebagai perawat).

“Kami punya satu tujuan, (yaitu) menyelamatkan nyawa dan mengevakuasi orang. Dan juga menyampaikan sebuah pesan kepada dunia: bahwa tanpa senjata kami bisa melakukan apa saja,” tuturnya sebagaimana dikutip New York Times.

Setidaknya 120 warga Palestina telah tewas ditembak pasukan Israel sejak aksi demo besar-besaran terjadi di Jalur Gaza pada 30 Maret lalu. Sebanyak 14 anak-anak dilaporkan turut menjadi korban tewas penembakan Israel tersebut.

Sekitar 13.300 warga Palestina lainnya mengalami luka-luka, yang sekitar 300 orang di antaranya saat ini dalam kondisi kritis.

(Visited 111 times, 1 visits today)