Ronaldo Terancam Kehilangan Gelar Kehormatan Publik di Portugal

0
130
Ronaldo Terancam Kehilangan Gelar Kehormatan Publik di Portugal
Ronaldo Terancam Kehilangan Gelar Kehormatan Publik di Portugal

Indolah.com – Ronaldo Terancam Kehilangan Gelar Kehormatan Publik di Portugal. Menyusul hukuman atas masalah penggelapan pajak yang barusan diterimanya.

Megabintang sepakbola itu dinamakan menjadi Grand Officer of the Order of Prince Henry pada Januari 2014. Selesai Portugal memenangkan Piala Eropa 2016, Cristiano Ronaldo dianugerah titel yang lain yakni Grand Cross of the Portuguese Order of Merit.

Akan tetapi, citra prima Ronaldo tercoreng sesudah dikatakan bersalah sebab dapat dibuktikan menggelapkan pajak saat berkarier bersama dengan Real Madrid pada 2011-2014. Pada awal minggu ini, Pengadilan Madrid menjatuhi Ronaldo hukuman 23 bulan penjara serta denda sebesar 18,8 juta euro.

Baca Juga >>> Demi Gabung Barca, De Jong Tolak Tawaran Gila dari PSG Dan CIty

Striker andalan Juventus itu memang akan tidak mendekam di penjara berkaitan ketentuan hukum Spanyol. Tetapi Presiden Portugal Marcelo Rebelo de Sousa menyerahkan ketetapannya untuk kanselir orde nasional.

“Hukumnya begitu simpel: ini bergantung pada kanselir orde nasional untuk lihat apa suatu hal berlangsung yang dapat menyebabkan gugurnya satu kehormatan,” kata Rebelo de Sousa dikutip AFP.

Simak juga: Dipandang Tidak Hiraukan Nasib Sala, Ronaldo Dihujat Warganet

“Kita semestinya membiarkan mereka yang mempunyai kemampuan hukum untuk akan memutuskan untuk mengerjakannya serta lihat apa hukum laku ataukah tidak dalam masalah ini.”

Meskipun begitu, status Ronaldo di Madeira, kota kelahirannya masih utuh. Atas prestasinya, Ronaldo mendapatkan Madeira Medal of Merit, medali kehormatan paling tinggi di Madeira pada Desember 2014. Bahkan juga ada satu bandara Cristiano Ronaldo di Madeira.

“Di sini di Madeira, Cristiano Ronaldo tetap disaksikan menjadi orang yang baik. Ia bukan penjahat. [Kasus penggelapan pajak] hanya interpretasi dari permasalahan pajak saja. Ia ialah orang Portugal sangat berprestise dalam dunia,” kata pemimpin daerah Madeira.. Menyusul hukuman atas masalah penggelapan pajak yang barusan diterimanya.

Megabintang sepakbola itu dinamakan menjadi Grand Officer of the Order of Prince Henry pada Januari 2014. Selesai Portugal memenangkan Piala Eropa 2016, Ronaldo dianugerah titel yang lain yakni Grand Cross of the Portuguese Order of Merit.

Akan tetapi, citra prima Ronaldo tercoreng sesudah dikatakan bersalah sebab dapat dibuktikan menggelapkan pajak saat berkarier bersama dengan Real Madrid pada 2011-2014. Pada awal minggu ini, Pengadilan Madrid menjatuhi Ronaldo hukuman 23 bulan penjara serta denda sebesar 18,8 juta euro.

Striker andalan Juventus itu memang akan tidak mendekam di penjara berkaitan ketentuan hukum Spanyol. Tetapi Presiden Portugal Marcelo Rebelo de Sousa menyerahkan ketetapannya untuk kanselir orde nasional.

“Hukumnya begitu simpel: ini bergantung pada kanselir orde nasional untuk lihat apa suatu hal berlangsung yang dapat menyebabkan gugurnya satu kehormatan,” kata Rebelo de Sousa dikutip AFP.

Simak juga: Dipandang Tidak Hiraukan Nasib Sala, Ronaldo Dihujat Warganet

“Kita semestinya membiarkan mereka yang mempunyai kemampuan hukum untuk akan memutuskan untuk mengerjakannya serta lihat apa hukum laku ataukah tidak dalam masalah ini.”

Meskipun begitu, status Ronaldo di Madeira, kota kelahirannya masih utuh. Atas prestasinya, Ronaldo mendapatkan Madeira Medal of Merit, medali kehormatan paling tinggi di Madeira pada Desember 2014. Bahkan juga ada satu bandara Cristiano Ronaldo di Madeira.

“Di sini di Madeira, Cristiano Ronaldo tetap disaksikan menjadi orang yang baik. Ia bukan penjahat. [Kasus penggelapan pajak] hanya interpretasi dari permasalahan pajak saja. Ia ialah orang Portugal sangat berprestise dalam dunia,” kata pemimpin daerah Madeira.

(Visited 14 times, 1 visits today)