Salah Satu Admin Muslim Cyber Army Ternyata Dosen UII Yogyakarta

0
548
Salah Satu Admin Muslim Cyber Army Ternyata Dosen UII Yogyakarta
Salah Satu Admin Muslim Cyber Army Ternyata Dosen UII Yogyakarta

Indolah.com – Salah Satu Admin Muslim Cyber Army Ternyata Dosen UII Yogyakarta, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri kembali menangkap satu tersangka dari kelompok penyebar ujaran kebencian di grup aplikasi Whatsapp The Family MCA (Muslim Cyber Army), bernama Tara Arsih Wijayani (40) yang berprofesi sebagai dosen di Universitas swasat ternama di Yogyakarta.

Kepastian kabar ini juga telah dikonfirmasi langsung oleh Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Fadil Imran.

“Dosen di UII Yogya, (dosen) bahasa inggris. Dia juga merupakan admin di grup MCA,” kata Dirtipid Siber Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Fadil Imran di gedung Dirtipid Siber Bareskrim Polri, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2018).

Setidaknya ada 5 admin The Family MCA yang sebelumnya diringkus. Mereka adalah Muhammaf Lutf (40), Riski Surya Darma (37), Ramdani Saputra (39), Yuspiadin (25) dan Ronny Sutrino (40).

Menurut Fadil, untuk menyebarkan informasi bohong alias hoax dan ujaran kebencian, grup tersebut memiliki grup-grup kecil yang beranggotakan ratusan orang.

Selain menyebarkan konten berbau SARA, kata Fadil, keenam tersangka memiliki peran yang berbeda-beda.

“Tugas mereka melakukan report akun-akun lawan, untuk dilakukan take down. Atau menyebar virus agar tidak bisa operasikan gadget, dan kontra narasi isu isu kelompok lawan. Mereka berperan sebagai tim sniper dan inti. Dapur dari MCA para tersangka di belakang saya,” kata dia.

Baca Juga : PDIP Protes KPU Larang Parpol Pasang Foto Sukarno Saat Kampanye

Sebelumnya Direktorat Cyber Crime Bareskrim Polri bersama Direktorat Keamanan Khusus Badan Intelejen Keamanan (Dit Kamsus BIK) melakukan penangkapan terhadap kelompok inti penyebar ujaran kebencian Muslin Cyber Army (MCA) yang tergabung dalam grup WhatsApp The Family MCA.

Penangkapan ini dilakukan pada Senin (26/2) secara serentak di lima kota yaitu Jakarta, Bandung, Bali, Pangkal Pinang, dan Palu. Hasilnya sebanyak enam orang pelaku berhasil diciduk petugas.

Dalam kasus ini, para tersangka dijerat Pasal 45A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal Juncto Pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau Pasal 33 UU ITE.

“Dipidana penjara 6 tahun dan denda Rp1 miliar. Kami juga kenakan Pasal 33,” kata Fadil.

(Visited 56 times, 1 visits today)