Satu dari Tiga Staf PBB Ternyata Alami Pelecehan Seksual

0
171
Satu dari Tiga Staf PBB Ternyata Alami Pelecehan Seksual
Satu dari Tiga Staf PBB Ternyata Alami Pelecehan Seksual

Indolah.com – Satu dari Tiga Staf PBB Ternyata Alami Pelecehan Seksual, Satu dari tiga pegawai Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah melapor mengalami pelecehan seks di badan dunia itu sepanjang dua tahun terakhir. Penemuan itu terungkap dalam survei tentang prevalensi pelecehan seks yang pertama kali dikerjakan PBB.

Dalam surat untuk beberapa staf PBB, Sekjen PBB Antonio Guterres menjelaskan jika studi itu berisi “beberapa statistik serta bukti serius mengenai apakah yang butuh diubah” untuk melakukan perbaikan tempat kerja di PBB.

Seperti dikutip kantor berita AFP, Rabu (16/1/2019), survei itu tunjukkan, satu dari tiga responden atau 33 persen memberikan laporan sekurang-kurangnya satu insiden pelecehan seks dalam dua tahun terakhir. Akan tetapi angka itu bertambah jadi 38,7 persen buat mereka yang memberikan laporan beberapa bentuk pelecehan seks saat mereka kerja di PBB.

Bentuk pelecehan seks yang sangat umum terjadi ialah lelucon atau cerita seksual yang ofensif, atau komentar ofensif tentang penampilan, tubuh atau aktivitas seksual.

Menurut survey yang dikerjakan oleh Deloitte pada November 2018 lalu serta dirilis pada Selasa (15/1) waktu setempat, beberapa pegawai PBB pun jadi tujuan usaha untuk menarik mereka dalam perbincangan tentang permasalahan seks, dan sentuhan serta pergerakan yang ofensif.

Baca Juga : Aris Idol dan 4 Orang Temannya Ditangkap Terkait Narkoba

Menurut survey itu, dua dari tiga aktor pelecehan sex ialah pria serta satu dari empat aktor ialah atasan atau manajer. Hampir satu dari 10 aktor pelecehan sex adalah pemimpin senior. Dalam survey ini, seputar 30.364 staf PBB memberi jawaban atas pertanyaan rahasia dengan online.

Dalam suratnya untuk staf PBB, Guterres menjelaskan jika penemuan survey mengenai prevalensi pelecehan seksual itu sepadan dengan organisasi-organisasi lainnya, tapi PBB, yang memperjuangkan kesetaraan, martabat, serta hak asasi manusia, mesti mengambil keputusan standard tinggi.

Pada Februari lantas, PBB meluncurkan service telephone 24 jam buat beberapa staf untuk memberikan laporan pelecehan sex serta beberapa penyelidik PBB ditugaskan untuk mengatasi semua laporan itu. Guterres sudah janji untuk menegakkan kebijaksanaan tiada toleransi untuk pelecehan seksual.

(Visited 24 times, 1 visits today)