Sebut Jokowi Banci, Habib Bahar Smith Tak Akan Minta Maaf

0
45
Sebut Jokowi Banci, Habib Bahar Smith Tak Akan Minta Maaf
Sebut Jokowi Banci, Habib Bahar Smith Tak Akan Minta Maaf

Indolah.com – Sebut Jokowi Banci, Habib Bahar Smith Tak Akan Minta Maaf, Habib Bahar bin Smith bersumpah bahwa dirinya tak akan pernah meminta maaf setelah menyebut Presiden Jokowi banci. Hal ini ia sampaikan di hadapan massa aksi Reuni Akbar 212, Minggu (2/12/2018).

Habib Bahar bin Smith menyampaikan dirinya memilih busuk di penjara ketimbang meminta maaf.

Seperti diketahui, belum lama ini ada kelompok Jokowi yang melaporkannya ke polisi atas tuduhan ujaran kebencian. Perihal ini, katanya, tidak membuat mencabut pernyataan.

“Kalau itu kesalahan, maka demi Allah saya tidak pernah meminta maaf. Saya lebih memilih busuk di penjara,” kata Bahar di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (2/12/2018).

Bahar juga mengimbau massa aksi untuk meneruskan semangat perjuangan melawan rezim pemerintahan sekarang ini sekalipun dianya diputuskan jadi tersangka dan dijebloskan ke bui oleh polisi.

“Jika saya ditangkap, berjanjilah, jangan sampai kalian padamkan api perjuangan. Siap lanjutkan perjuangan? Siap teruskan perjuangan?,” teriak Habib Bahar bin Smith.

“Mengapa saya katakan ‘Presiden banci’? Karena itu, jika nonton isi ceramah, yang utuh, bukan dipotong-potong,” kata Habib Bahar.

Baca Juga : Gelar Rakornas, PDIP Pastikan Kemenangan Jokowi-Maruf di Pilpres

Ia menyebut ucapannya itu berdasar pada apa yang berlangsung waktu aksi 411. Menurut dia, waktu itu para ulama ditembak gas air mata.

“Ketika 411, aksi 411, jutaan orang Islam, ribuan ulama, bergabung di depan Istana menemuinya. Malah para ulama ditembak gas air mata, presidennya kabur dan lari. Saya berkata sebab ketidakrelaan saya saudara-saudara saya itu dizalimi,” kata Habib Bahar.

Habib Bahar lalu kembali mengemukakan tak kan mohon maaf atas apa yang diucapkannya. Ia pilih busuk di penjara dibanding mesti meminta maaf.

“Jadi saya sampaikan. Seandainya dalam beberapa waktu ke depan, beberapa minggu ke depan, saya ditangkap sebab membela rakyat yang susah, jika saya ditangkap, dipenjara, berjanjilah kalian, jangan sampai kalian padamkan api perjuangan. Siap teruskan perjuangan?” kata Habib Bahar yang disambut siap oleh para peserta Reuni 212.

Bawaslu sebelumnya mengingatkan supaya tidak ada unsur kampanye dalam Reuni 212. Bawaslu menjelaskan kampanye tidak boleh dilakukan baik oleh peserta ataupun panitia acara.

“Iya, semua peserta reuni 212 tidak boleh berkampanye, baik panitia dan peserta,” tutur anggota Bawaslu, Rahmat Bagja, waktu dihubungi, Kamis (29/11/2018).

Bagja menjelaskan kampanye dilarang, baik kampanye pemilihan presiden ataupun calon legislatif. Diluar itu, peserta atau panitia Reuni 212 dilarang mengejek atau menyampaikan ujaran kebencian.

(Visited 42 times, 1 visits today)