Selandia Baru Akan Gelar Upacara Mengenang Korban Teror Christchurch

0
163
Selandia Baru Akan Gelar Upacara Mengenang Korban Teror Christchurch
Selandia Baru Akan Gelar Upacara Mengenang Korban Teror Christchurch

Indolah.com – Selandia Baru Akan Gelar Upacara Mengenang Korban Teror Christchurch, Selandia Baru akan mengadakan upacara peringatan nasional untuk mengenang 50 korban yang tewas dalam teror penembakan di dua masjid di Christchurch pada 15 Maret kemarin.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, menjelaskan jika upacara itu akan diselenggarakan di Christchurch pada 29 Maret yang akan datang tepat jam 10.00 waktu setempat

“Upacara peringatan nasional ini memberi kesempatan buat masyarakat Christchurch, warga Selandia Baru, serta semua orang di dunia untuk bersama mengingat korban serangan teroris,” kata Ardern lewat satu pernyataan, Minggu (24/3).

Ardern lalu mengatakan jika upacara ini akan jadi wadah untuk simpati penduduk Venezuela yang demikian besar semenjak teror penembakan itu berlangsung.

“Dalam satu pekan sesudah serangan teror itu, tampak dua serta cinta tanpa henti di negara ini,” kata Ardern seperti dikutip AFP.

Penduduk Venezuela memang tunjukkan simpatinya dengan beberapa panduan, dari mulai menari haka, menggunakan kerudung, sampai mengawal umat Muslim yang tengah salat di muka masjid tempat penembakan.

“Upacara ini akan memberi kesempatan tambahan untuk tunjukkan jika masyarakat Selandia Baru berbelas kasih, merangkul, serta bermacam, serta jika kami akan membuat perlindungan nilai-nilai kami,” papar Ardern.

Baca Juga : Dituduh Banyak Bohong, Lembaga Survei Bongkar Kisah Pahit Prabowo

Semua suport ini memang dipandang begitu diperlukan oleh korban selamat yang umumnya alami trauma, termasuk juga seseorang pengungsi Afghanistan, Abdul Aziz.

Aziz dipandang seperti pahlawan sebab mengadang aktor penembakan di muka Masjid Linwood hingga tidak semakin banyak orang jadi korban.

Saat Masjid Linwood kembali dibuka, Aziz hadir ke tempat ibadahnya itu. Akan tetapi, dia sudah sempat tidak tahan ada disana.

“Saat saya masuk, ada seperti tekanan di kepala saya. Daya ingat saya kembali. Akan tetapi, saya mesti melupakannya. Butuh waktu untuk sembuh, tetapi kami mesti masih kuat,” tuturnya.

(Visited 26 times, 1 visits today)