Semifinal Terpenting Untuk Mourinho

0
613

jmoizsjd

Indolah.com – Chelsea selalu gagal di semifinal Liga Champions ketika ditangani oleh Jose Mourinho. Musim ini, seakan menjadi saat yang tepat bagi suporter The Blues untuk menagih trofi ‘Si Kuping Besar’. Laga semifinal Liga Champions melawan Atletico Madrid menjadi yang ketiga kali untuk Chelsea saat dilatih oleh The Spesial One.

Sebelumnya, Chelsea dan Mourinho pernah meraihnya di musim 2004/2005. Pada laga babak empat besat kasta tertinggi antarklub Eropa itu, ‘Si Biru’ gagal ke final setelah disingkirkan oleh Liverpool. Semifinal kedua Chelsea di Liga Champions bersama Mourinho dicapai pada musim 2006/2007. The Reds lagi-lagi menjadi ganjalan buat tim asal London itu sebab kembali mampu memenangi pertandingan melawan John Terry dkk.

Kegagalan demi kegagalan Mourinho menaklukkan Eropa, membuat pemilik Chelsea Roman Abramovich mulai kehilangan kesabaran. Satu kesepakatan untuk mengakhiri kerja sama pun diputuskan pada 20 September 2007. Sebabnya, kesuksesan Mourinho membawa Porto juara Liga Champions di musim 2003/2004 menjadi alasan utama Abramovich merekrutnya.

Sepeninggal Mourinho, Chelsea yang ditangani oleh caretaker, Avram Grant, malah mampu menembus final. Tapi, gelar juara Liga Champions masih belum bisa diraih usai kalah adu penalti dari Manchester United di laga final pada musim 2007/2008.

Sementara itu, Mourinho yang berlabuh ke Inter Milan, lantas mampu bisa membuktikan diri. Usai menunggu satu musim, manajer asal Portugal itu bisa menepuk dada dengan meraih treble di musim 2009/2010 bersama Nerazzurri. Setelah sempat merasakan Liga Spanyol selama tiga musim bersama Real Madrid, Mourinho pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke Chelsea.

Eksepektasi tinggi lantas menghinggapi suporter Chelsea dengan comeback Mourinho di awal musim 2013/2014. Tapi, ancaman mengakhiri musim tanpa gelar malah membayangi para pendukung tim asal London barat itu. Chelsea sudah gagal di Piala Liga Inggris dan Piala FA, sementara kans untuk memenangi Liga Inggris bisa dibilang sudah tipis.

Mengumpulkan 75 poin hasil dari 35 bermain, Chelsea tertinggal lima poin dari Liverpool yang ada di posisi puncak klasemen. Dengan fakta itu, boleh dibilang bahwa peluang Chelsea untuk memenangi trofi musim ini tinggalah di Liga Champions.
Pentingnya Liga Champions bagi Chelsea itu juga disadari Mourinho. Saat ditanya mengenai hal itu dalam konferensi pers menjelang laga di Vicente Calderon, Rabu (23/4/2014) dinihari WIB, Mouriho memberikan jawaban yang unik.

“Ini laga semifinal dan Anda bisa mengatakan itu karena ruang konfrensi pers ini begitu penuh. Ini merupakan laga yang ingin dimainkan semua orang,” tegas Mourinho seperti dilansir oleh As. Soal ‘utang’ trofi Liga Champions untuk para pendukung Chelsea, Mourinho menegaskan bahwa dirinya tak mempunyai beban.

“Tidak, saya tak punya urusan yang belum kelar. Saya selalu melakukan yang terbaik. Saya selalu melakukan yang terbaik, terkadang Anda menang, terkadang Anda kalah,” tutur manajer 51 tahun itu.
“Terkadang Anda menang saat Anda sebenarya layak kalah, dan terkadang Anda kalah di saat Anda layang menang. Kami kalah salah satu semifinal lewat adu tendangan penalti, yang mana kami kalah hanya selisih satu gol -dan di semifinal lainnya, oleh gol yang sebenarnya bukan gol,” imbuhnya.

(Visited 53 times, 1 visits today)