Semua Eksepsi Ahmad Dhani di Kasus Ujaran Idiot Ditolak Jaksa

0
97
Semua Eksepsi Ahmad Dhani di Kasus Ujaran Idiot Ditolak Jaksa
Semua Eksepsi Ahmad Dhani di Kasus Ujaran Idiot Ditolak Jaksa

Indolah.com – Semua Eksepsi Ahmad Dhani di Kasus Ujaran Idiot Ditolak Jaksa, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menolak semua eksepsi (nota keberatan) yang disampaikan oleh tim kuasa hukum terdakwa kasus pencemaran nama baik lewat ujaran idiot, Ahmad Dhani Prasetyo. Penolakan dikatakan JPU pada gelar sidang ketiga di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (14/2).

“Jaksa Penuntut Umum tak sependapat dengan lima poin eksepsi yang dikatakan oleh team penasihat hukum seperti waktu pembacaan eksepsi waktu lalu,” tutur JPU, Karunia Hari Basuki dalam sidang yang diselenggarakan di Ruangan Cakra PN Surabaya itu.

Dhani datang di ruangan sidang jam 10.00 WIB dengan kenakan baju putih seperti sidang sebelumnya, Selasa (12/2). Akan tetapi, dalam persidangan kesempatan ini, Dhani kenakan peci hitam yang lebih tinggi, khas Sufi.

Berkaitan penolakan pada lima poin yang ditujukan Rahmat yaitu yang pertama ialah eksepsi kompetensi relatif. Kedua soal tidak tepatnya penerapan pasal. Yang ketiga berkaitan status pelapor. Keempat masalah penanggalan, serta kelima soal penjelasan jaksa yang dianggap kabur.

Waktu itu kuasa hukum Dhani juga minta tuduhan JPU diurungkan sebab tidak mempedomani ketetapan Masalah 143 ayat (2) KUHAP serta Surat Edaran Jaksa Agung RI Nomer: SE-004/J.A/11/1993 mengenai Pembuatan Surat Tuduhan tertanggal 16 November 1993.

Menyikapi hal tersebut, JPU juga menguraikan semua penolakannya. Mereka lantas setuju serta minta majelis hakim untuk akan memutuskan supaya masalah Dhani dapat diteruskan.

“Fakta keberatan yang diserahkan, sebaiknya dikatakan tidak dapat di terima atau tidak diterima. Untuk majelis hakim kami juga minta supaya masalah ini bisa diteruskan,” kata Karunia.

Menanggapi penolakan jaksa itu, salah satunya kuasa hukum Dhani, Irfan Iskandar menjelaskan pihaknya bersikukuh serta masih teguh lima point eksepsi awal mulanya sudah dikatakan sebaik-baiknya.

“Kita menyimpulkan tuduhan jaksa itu yang tidak penuhi KUHAP. Surat tuduhan itu tidak mengatakan dengan runtut masalah yang didakwakan,” kata Irfan.

Baca Juga : Beragam Komentar Terkait Dua Foto Mesra Puput dan Ahok di Hari Valentine

Masalah yang di tuduhan itu menurutnya masih tetap kabur, karena tindakan yang didakwakan jaksa ada 3, yaitu distribusi, transmisi serta berisi serta bisa dibuka.

“Serta itu point pertama yang kita mintakan gagal untuk hukum. Yang ke-2 dalam rincian itu dijelaskan mengenai grup pengadu ini ada enam nama,” katanya.

Ke-3, mengenai pekerjaan Dhani waktu itu yang dijelaskan rapat besar #2019gantipresiden. Lalu pun dijelaskan deklarasi #2019gantipresiden.

“Jadi kita begitu bingung membacanya sebenarnya apakah sich inti masalah dalam surat tuduhan itu. Hingga itu kami ajukan eksepsi,” tutur Irfan.

Irfan memiliki pendapat penolakan yang dibacakan JPU barusan hanya hanya normatif belaka. Berarti, katanya, hal tersebut hanya hanya ketetapan UU tetapi tidak diimplementasikan untuk tuduhan JPU tersebut.

Seirama, salah satunya kuasa hukum pentolan pergerakan #2019GantiPresiden itu Aziz Fauzi mengharap client-nya divonis bebas. Ini karena menurut dia Dhani tidak dapat dibuktikan mencemarkan nama baik siapa saja dalam perihal ini.

Dalam masalah 27 Ayat 3 juncto putusan MK No 50 2008, serta putusan MK No 2 Tahun 2009, kata Aziz, masalah yang didakwakan pada Dhani itu saat sekian tahun ditest Mahkamah Konstitusi (MK). MK, katanya, juga masih berkelanjutan pada keputusannya jika yang dicemarkan nama sebaiknya ialah per orangan.

“Jika masalah itu korbannya cuma orang per orang bukan tubuh hukum bukan organisasi bukan grup,” katanya.

Seperti didapati, dalam masalah ini Dhani didakwa dengan Masalah 45 Ayat 3 juncto Masalah 27 Ayat (3) UU RI Nomer 19 Tahun 2016 mengenai pergantian atas UU Nomer 11 Tahun 2008 mengenai UU ITE.

Masalah ini berawal saat Dhani membuat vlog yang bermuatan perkataan ‘idiot’ waktu dia merencanakan hadir deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya, 26 Agustus 2018 yang lalu.

Kader partai Gerindra lalu dilaporkan oleh aktivis Konsolidasi Bela NKRI ke Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jawa timur). Pelapor adalah salah satunya komponen yang berdemo menampik deklarasi #2019GantiPresiden.

Sekarang suami Mulan Jameela itu tengah melakukan waktu perpindahan penahanan sesaat di Rutan Klas 1 Surabaya, Medaeng, Sidoarjo. Dia tetap akan mendekam di Rutan Medaeng itu, sampai masalah pencemaran nama baik melalui ajaran idiot selesai.

(Visited 20 times, 1 visits today)