Sengketa Wilayah Malaysia-Singapura Kembali Memanas

0
244
Sengketa Wilayah Malaysia-Singapura Kembali Memanas
Sengketa Wilayah Malaysia-Singapura Kembali Memanas

Indolah.com – Sengketa Wilayah Malaysia-Singapura Kembali Memanas, Ketegangan antara Malaysia serta Singapura berkaitan sengketa wilayah udara serta perairan yang mulai alami penurunan kembali naik. Sebabnya ialah menteri negara bagian Johor, Malaysia nekat mendatangi sebuah kapal Dinas Kemaritiman yang masih tetap ada di perairan Singapura pada pekan kemarin.

Dalam pidatonya di parlemen, Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan memperingatkan akan ambil langkah penting dalam membuat perlindungan kepentingan negaranya. Walau sebenarnya perwakilan kedua negara telah mengatakan akan mengakhiri masalah itu dengan baik-baik.

“Kami akan tetap lakukan perhitungan yang tepat untuk kepentingan kami. Serta siapa saja yang berhadapan dengan Singapura tidak seharusnya beranggapan akan tidak membayar apa pun untuk menantang kami, akan ada konsekuensinya,” tutur Balakrishan seperti dikutip AFP, Selasa (15/1).

Perihal ini adalah ketegangan jalinan yang berlangsung sesudah Mahathir Mohamad kembali dipilih jadi Perdana Menteri Malaysia. Mahathir didapati memang tidak akur dengan Singapura.

Tidak hanya penerobosan perairan Singapura oleh kapal Malaysia, ketegangan pun dikarenakan oleh mengajukan mekanisme pendaratan (landing) yang baru oleh Singapura. Perihal ini diklaim Malaysia akan melanggar kedaulatan lokasi hawa Malaysia.

Tekanan ketegangan sebetulnya alami penurunan minggu lantas, sesudah perwakilan ke-2 negara setuju menahan masalah karena perselisihan di lokasi perairan serta hawa.

Baca Juga : Putus Cinta, Pemuda Pekalongan Bunuh Diri dan Kirim Video Aksinya ke Pacar

Walau demikian, kunjungan menteri Johor justru jadi memperburuk kondisi yang sempat lebih baik. Sesudah insiden itu berlangsung, kepala menteri Johor sudah sempat berkunjung ke kapal yang ada di perairan yang diklaim oleh Singapura masuk ke wilayahnya.

Menjadi respon, Singapura juga menggagalkan pertemuan antar petinggi dari ke-2 negara itu. Balakrishan menjelaskan Singapura punya niat mencari jalan keluar dengan damai serta memprioritaskan kemampuan diplomatiknya yang berdasarkan kepada persatuan dan ketahanan.

“Bukti jika kita tidak dapat diintimidasi atau disuap,” katanya.

Jalinan antar kedua negara sudah sempat hangat dibawah kepemimpinan perdana menteri Najib Razak. Akan tetapi kembali memanas semenjak kembalinya Mahathir ke bangku pemerintahan sesudah sempat menjabat dalam periode 1981-2003.

Beberapa pengamat mengatakan Mahathir pun tidak akur dengan pendiri Singapura, Lee Kuan Yew.

(Visited 25 times, 1 visits today)