Share Hoax MCA Adalah Ahokers, Fahri dan Fadli Zon Dipolisikan

0
97
Share Hoax MCA Adalah Ahokers, Fahri dan Fadli Zon Dipolisikan
Share Hoax MCA Adalah Ahokers, Fahri dan Fadli Zon Dipolisikan

Indolah.com – Share Hoax MCA Adalah Ahokers, Fahri dan Fadli Zon Dipolisikan, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon dilapokan ke Polda Metro Jaya karena diduga menyebarkan hoax dan kebencian SARA tentang MCA adalah Ahokers, Senin 12 Maret 2018.

Muhammad Rizki didampingi kuasa hukumnya dari Cyber Indonesia melaporkan keduanya karena isi cuitan dalam akun Twitter @FahriHamzah dan @FadliZon.

“Hari ini kami laporkan karena ada dugaan pelanggaran terhadap UU ITE,” kata Rizki di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 12 Maret 2018.

Dalam akun keduanya, Fahri Hamzah dan Fadli Zon mengunggah cuitan dari pemberitaan Jawa Pos, yang belakangan diklarifikasi. “Dari pihak media mengklarifikasi dan mencabut. Tapi yang amat kita sayangkan posisi FH dan FZ yang seorang pejabat tetap mempertahankan berita hoax. Sedangkan media yang bersangkutan sudah klarifikasi berita tersebut,” kata Rizki.

Rizki mengatakan pelaporannya terhadap dua wakil rakyat itu bisa dijadikan pelajaran bagi masyarakat agar tidak menyebarkan berita bohong. Ia mencontohkan kelompok yang ditangkap akibat menyebarluaskan hoax. “Kami tidak mau kemudian pejabat tinggi negara memperlihatkan tindakan-tindakan yang menurut kami tidak perlu diperlihatkan,” ujar dia.

Baca Juga : Bobol Data Puluhan Negara, Polisi Bekuk Hacker Surabaya Black Hat

Sementara itu Fadli Zon santai menanggapi laporan tersebut. “Nanti malah itu tuduhan kepada saya itu bisa saya tuduh balik juga,” kata Fadli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Fadli mengatakan mengutip berita salah dari media terdaftar bukanlah menyebarkan hoax, karena sudah diklarifikasi. Media online Jawa Pos memang sempat memuat berita berjudul ‘Nah, Tersangka Muslim Cyber Army Ternyata Ahokers’. Berita itu belakangan dihapus, Jawa Pos lalu meminta maaf.

“Terus di mana menyebarkan hoaxnya? Kalau menyebarkan hoax, bisa-bisa Jawa Pos-nya dong yang bisa dituduh menyebarkan hoax,” kata Fadli.

Fadli dianggap terus menyebarkan hoax karena tak menghapus cuitan itu. Menurutnya, tak ada keharusan itu.

“Loh kenapa? Memang ada aturan dihapus? Saya kira itu salah paham aja. Kalau menyebarkannya dari institusi situs abal-abal baru,” terang Fadli.

Kolega Fadli di DPR, Fahri Hamzah dilaporkan bersama. Keduanya dilaporkan karena menyebarkan berita hoax mengenai Muslim Cyber Army (MCA), yang sempat di-posting sebuah media massa.

Pangkal pelaporan tersebut adalah adanya cuitan di akun Twitter @fahrihamzah yang mem-posting pemberitaan sebuah media dengan judul ‘Tersangka Muslim Cyber Army Diduga Ahokers’ pada 4 Maret lalu. Fahri juga membuat cuitan pada tautan link yang di-posting itu.

Fadli dan Fahri dilaporkan atas dugaan Pasal 28 ayat 2 jo 45 ayat 2 UU ITE. Laporan pelapor atas nama Muhammad Rizki tertuang dalam laporan bernomor LP/1336/III/2017/PMJ/Dit.Reskrimsus.

“Yang kami laporkan adalah pemilik akun @fadlizon dan @fahrihamzah yang telah mem-posting berita soal MCA dari Jawa Pos yang sudah diklarifikasi (oleh Jawa Pos) dan minta maaf,” kata pengacara Muhammad Zakir Rasyidin, yang mendampingi pelapor, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/3).

(Visited 46 times, 1 visits today)