Siswi SMA Negeri 11 Medan Dibunuh dengan Kondisi Mengenaskan

0
504
Siswi SMA Negeri 11 Medan Dibunuh dengan Kondisi Mengenaskan
Siswi SMA Negeri 11 Medan Dibunuh dengan Kondisi Mengenaskan

Indolah.com – Siswi SMA Negeri 11 Medan Dibunuh dengan Kondisi Mengenaskan, Seorang siswi kelas XI SMA Negeri 11 Medan, Anggi Syahputri Tanjung (17) ditemukan tewas mengenaskan di kediamannya di Jalan Bustamam/Satria, Gang Buntu IV, Desa Bandar Khalipa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Jumat (19/1/2018) malam.

Korban pertama kali ditemukan oleh ibu kandungnya, Ani (46) yang kebetulan baru pulang kerja. Korban ditemukan tewas bersimbah darah dengan kondisi wajah hancur, tangan dan mulut terikat terbenam dalam ember kamar mandi.

Kuat dugaan, siswi SMA 11 ini dibunuh orang yang dikenal. Sebab, pelaku mengetahui detail kapan orangtua korban tidak berada di rumah.

Menurut informasi warga, korban ditemukan pukul 19.00 WIB ketika orangtuanya pulang kerja. Ani saat pulang kerja melihat pintu rumah dalam keadaan terkunci, ani kemudian mencari Anggi yang biasa menjaga rumah. Ketika dipanggil, Anggi tak menyahut.

Ada firasat aneh, Ani kemudian mendobrak pintu dan mengecek kamar korban, dan melihat ceceran darah di lantai. a semakin panik tatkala masuk ke kamar mandi dan menemukan anak keduanya itu dalam kondisi mengenaskan.

“Selain wajahnya hancur, perutnya ada luka tikaman. Kamarnya juga diacak-acak,” kata Surya (18), salah seorang warga di lokasi, Jumat (19/1/2018) malam.

Baca Juga : Fernando AJ Wowor, Kader Gerindra Tewas Tertembak Oknum Brimob

Warga sekitar mengutuk keras aksi pembunuhan keji yang dialami Anggi Syahputri Tanjung (17). Sebab, pelakunya tega merusak wajah korban, mengikat mulut serta tangan, dan membenamkannya di dalam ember kamar mandi.

“Anaknya ramah kali ini. Yang kami kenal, dia enggak pernah macam-macam. Orangnya periang,” kata warga sekitar, Susi (39), Jumat (19/1/2018) malam.

Hal senada disampaikan Nuri (18). Katanya, Anggi anak yang baik.

“Sama tetangga, ya ramah. Enggak pernah yang aneh-aneh gitu. Makanya kami heran, kok ada lah yang tega membunuh korban,” ungkap Nuri.

Dari keterangan Nuri, selama ini teman-teman siswi SMA Negeri 11 ini memang sering bertandang ke rumah korban.

Seorang dari terduga pelaku pembunuhan Anggi Syahputri Tanjung dipastikan telah ditangkap, Sabtu (20/1/2018) jelang tengah kemarin.

Informasi itu diperoleh dari Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira, melalui pesan WhatsApp kepada awak media.

“Sudah kita tangkap tersangka pembunuhan kemarin,” sebut AKBP Putu Yudha Prawira, Sabtu (20/1/2018) jam 23.40 Wib. Meski begitu, Putu Yudha belum memberikan penjelasan terkait motif dan nama pelaku yang berhasil ditangkap tersebut.

Diketahui sebelumnya, sang jagal, menurut keterangan ayah kandung Anggi, Darmansyah Tanjung alias Ucok Tambel, setelah anaknya tewas, sejumlah barang di dalam rumah turut raib seperti hape merk Samsung, STNK, notebook dan uang Rp2 juta.

Darmansyah mengatakan, seorang saksi sempat melihat hape yang sangat mirip dengan yang biasa digunakan Anggi dipakai oleh terduga pelaku.

“Ada yang lihat dek, bukan hape dan STNK aja yang hilang. Tapi notebook dan uang Rp2 juta tabungan dia (Anggi) juga hilang. Istri ku pertama kali yang lihat, aku belum pulang,” sebut pegawai PNS Dinas Pertamanan Kota Medan ini, Sabtu (20/1/2018) sekira jam 20.00 Wib.

Menurut dia, sebelum hilang, notebook dan uang Rp2 juta itu tersimpan dalam lemari di kamar Anggi. Hal itu diketahui setelah pihak keluarga membersihkan ruangan kamar korban yang tampak berantakan dengan kondisi lemari terbuka.

“Ada yang kenal orangnya, ini lagi kami telusuri masih kita duga. Karena hapenya belum dijual. Itu anaknya,” sebut Darmansyah sembari menunjuk ke arah seseorang, Sabtu (20/1/2018) kemarin. Sementara itu, seorang petugas kepolisian mengakui bahwa mereka sudah mengamankan seorang tersangka.

“Jangan dulu bang, kami masih kerja. Kalau inisial D sudah kami tangkap, belum ada keterlibatannya dia mengaku. Ada pun yang kami curigai lagi sudah lari pula dia ke Lubukpakam, makin jauh nanti dia,” kata seorang petugas.

Kasat Reskrim Polresta Medan, AKBP Putu Yudha Prawira, sebelumnya juga mengatakan, dari hasil olah TKP sementara, pembunuh Anggi diduga lebih dari 1 orang. Masuk melalui pintu belakang berpagar seng, korban tewas seketika dengan dua luka tusukan di perut.

Ia menjelaskan, terkait motif pelaku, ia belum menjelaskan secara rinci apakah motif perampokan murni, atau ada keterlibatan teman dekat korban duduk di bangku SMA 11 di Jalan Pertiwi, kelas IPA 2. “Masih dalam pengembangan, belum bisa kita pastikan,” tegasnya, Sabtu (20/1/2018), sekira jam 01.00 Wib.

(Visited 161 times, 1 visits today)