Soal Menteri Pencetak Utang, Jokowi: Tak Ngerti Ekonomi Makro

0
78
Soal Menteri Pencetak Utang, Jokowi: Tak Ngerti Ekonomi Makro
Soal Menteri Pencetak Utang, Jokowi: Tak Ngerti Ekonomi Makro

Indolah.com – Soal Menteri Pencetak Utang, Jokowi: Tak Ngerti Ekonomi Makro, Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara tentang penyematan menteri pencetak utang kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani seperti yang dilemparkan Calon Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu. Jokowi menuding jika orang yang memberikan sebutan Menteri Pencetak Utang sebenarnya tidak memahami permasalahan ekonomi makro.

“Jika ada (dari) kita yang mengemukakan itu (menteri pencetak utang), ya mungkin belumlah tahu permasalahan ekonomi makro,” papar Jokowi di GOR Jatidiri Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/2).

Menteri Keuangan dalam Kabinet Kerja sekarang ini dijabat Sri Mulyani. Menurut capres petahana itu, Ani, sapaan akrab Sri Mulyani adalah salah satu kebanggaan RI sebab masuk menjadi menteri keuangan terbaik se-Asia Pasifik sampai terbaik dunia.

“Kebanyakan orang menghormati kok, kebanyakan orang hormat kepada bu Sri Mulyani,” tuturnya.

Ani sendiri telah menjawab tuduhan Prabowo itu. Menurut Ani, utang yang dibuat pemerintahan sudah bangun beberapa ribu km. jalan raya, tol,
hingga jembatan.

Bersama dengan pemerintahan Jokowi serta Jusuf Kalla, dan deretan menteri yang lain, dia menjelaskan sudah memberikan subsidi untuk mengurangi beban hidup 10 juta keluarga miskin, menyiapkan pertolongan pangan 15 juta keluarga miskin, termasuk juga menyekolahkan 20 juta anak miskin.

“Jika kamu menuduh saya menteri pembuat utang, kami kerja siang malam memberikan agunan supaya 96,8 juta rakyat terproteksi serta masih sehat. Menjaga beberapa ratus ribu sekolah serta madrasah supaya dapat memberikan bekal pengetahuan serta taqwa, memberikan 472 ribu mahasiswa terima beasiswa,” paparnya dalam situs Facebook-nya, Jumat (1/2).

Baca Juga : Pelaku Bom Bunuh Diri di Katedral Jolo Diduga Pasutri Asal Indonesia

Data Kementerian Keuangan tunjukkan s/d akhir tahun kemarin, utang pemerintah sampai Rp4.418,3 triliun. Utang itu naik Rp423 triliun bila dibanding dengan akhir 2017 yang cuma Rp3.995,25 triliun.

Awal mulanya, Prabowo mengkritik keras pemerintah, terpenting berkaitan utang yang dia ucap menumpuk. Bahkan juga Prabowo menyebutkan Menteri Keuangan lebih patut dikatakan sebagai menteri pembuat utang.

“Jika menurut aku, janganlah dimaksud kembali lah ada Menteri Keuangan. Mungkin menteri pembuat utang,” kata Prabowo waktu mengemukakan pidato di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu (26/1).

Walau tidak menyebutkan nama Sri Mulyani dengan cara langsung, akan tetapi Ani menjabat Menteri Keuangan sekarang ini. Prabowo memang berkali-kali menyentuh masalah utang Indonesia yang makin menumpuk.

“Utang menumpuk selalu, bangga berutang, yang suruh bayar orang yang lain,” ujarnya.

(Visited 16 times, 1 visits today)