Suami Minta Cerai Gara-gara Sang Istri Mandi Setahun Sekali

0
122
Suami Minta Cerai Gara-gara Sang Istri Mandi Setahun Sekali
Suami Minta Cerai Gara-gara Sang Istri Mandi Setahun Sekali

Indolah.comSuami Minta Cerai Gara-gara Sang Istri Mandi Setahun Sekali, Ini mungkin terdengar tidak masuk akal. Namun menurut Taipei Times, seorang wanita diceraikan suami karena punya sifat jorok yang keterlaluan.

Pada hari Kamis, 4 Januari lalu, Pengadilan Distrik New Taipei City mengabulkan permohonan cerai seorang pria yang tak disebutkan namanya.

Dia mengaku telah mengalami tekanan psikologis selama 13 tahun usia pernikahannya. Alasannya, sang istri yang bernama Lin itu tidak bisa menjaga kebersihan tubuhnya.

Katanya, Lin mandi hanya setahun sekali. Selain itu, Lin juga jarang menggosok gigi atau mencuci rambutnya.

Awalnya, Lin tidak begitu buruk dalam menjaga kebersihan tubuhnya. Selama mereka pacaran, Lin biasa mandi seminggu sekali.

Namun setelah menikah perilakunya malah semakin memburuk. Lin akan mandi sebulan sekali.

Intensitas Lin untuk mandi semakin menurun. Dari setengah tahun, menjadi satu tahun sekali.

Baca Juga >>> Desa Ini Melarang Semua Penduduk Gunakan Benda Berwarna Merah

Anehnya, Lin akan mandi saat Tahun Baru. Sekali mandi, kata suaminya, Lin bisa menghabiskan waktu hingga tiga jam di kamar mandi.

Untuk menutupi bau mulutnya, Lin lebih suka mengunyah permen karet daripada rajin menyikat gigi. Dia juga lebih suka mengenakan topi untuk menutupi rambutnya yang berminyak.

Tentu saja, gaya hidup tak sehat ini sangat merugikan bagi suaminya. Sebab, kehidupan biologis mereka menjadi sangat buruk karena mereka hanya berhubungan intim setahun sekali. Akibatnya, mereka tidak bisa memiliki anak selama satu dekade.

Selain itu, Lin juga melarang suaminya bekerja. Mereka hanya mengandalkan bantuan orangtua Lin untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka.

Ketika suaminya diterima jadi satpam, Lin melarangnya karena profesi itu dianggapnya rendah.

Alhasil, keduanya jadi pengangguran dan tidak punya penghasilan. Akibatnya, sang suami tidak bisa membayar asuransi kesehatan atau hanya sekadar periksa ke dokter.

Tetapi, di akhir 2015, suami Lin memutuskan keluar dari rumah mertuanya dan mencari pekerjaan di Hsinchu.

Selama berada di Hsinchu, suaminya tidak pernah menghubungi Lin. Namun Lin berhasil menemukan tempat di mana suaminya bekerja.

Lagi-lagi Lin meminta suaminya untuk berhenti bekerja. Padahal suaminya baru satu bulan bekerja di tempat itu. Suaminya menolak dan memutuskan untuk menceraikan Lin.

Namun Lin membantah semua tuduhan yang diceritakan suaminya. Dia bilang bahwa semua itu palsu, karena orangtuanya memperlakukan suaminya seperti anak sendiri.

Ibu Lin mengatakan tidak punya pilihan lain selain memenuhi kebutuhan putrinya dan menantunya, karena mereka menganggur selama bertahun-tahun.

Namun Ibu Lin mengaku sudah tidak kuat lagi sehingga berhenti memenuhi kebutuhan rumah tangga putri dan menantunya.

Karena mereka telah berpisah selama dua tahun, ditambah lagi dengan kondisi mereka yang pengangguran, pengadilan mengabulkan permintaan cerai suami Lin.

(Visited 42 times, 1 visits today)