Sungai Turquoise Kosta Rika Merupakan Misteri Ilusi Optik Alami

0
988
Sungai Turquoise Kosta Rika Merupakan Misteri Ilusi Optik Alami
Sungai Turquoise Kosta Rika Merupakan Misteri Ilusi Optik Alami

Indolah.comSungai Turquoise Kosta Rika Merupakan Misteri Ilusi Optik Alami. Sampai empat tahun yang lalu, Rio Celeste, sebuah sungai sepanjang 14 kilometer di provinsi Alajuela Kosta Rika, merupakan misteri bagi ilmuwan, yang tidak mengerti mengapa perairannya memiliki warna turquoise yang tidak biasa. Dan kemudian mereka menyadari bahwa itu sama sekali tidak pirus.

Teori tentang warna turquoise Rio Celeste telah beredar di komunitas ilmiah selama bertahun-tahun, namun tak seorang pun pernah berhasil memberikan cukup bukti untuk memecahkan teka-teki alam ini. Beberapa orang mengklaim bahwa pewarnaan yang tidak biasa disebabkan oleh tingginya kadar tembaga, namun tes tersebut mengungkapkan bahwa tidak ada tembaga di dalam air, yang lain mengatakan bahwa hal itu disebabkan bahan kimia seperti kalsium karbonat dan belerang, dan beberapa bahkan menghubungkannya dengan sungai yang dekat dengan gunung berapi Tenorio. Semua orang begitu yakin bahwa reaksi kimia misterius mengubah air pirus sehingga mereka bahkan tidak pernah menjauhkan kemungkinan ilusi optik.

Sungai Turquoise Kosta Rika Merupakan Misteri Ilusi Optik Alami
Sungai Turquoise Kosta Rika Merupakan Misteri Ilusi Optik Alami

Kemudian, pada tahun 2013, sebuah tim ilmuwan dari Universidad the Costa Rica dan Universidad National, mengambil sampel air dari Rio Celeste, dan dua anak sungainya, Sour Creek (Quebrada Agria) dan Good View River (Río Buena Vista). Hal pertama yang menarik perhatian para ilmuwan adalah bahwa sementara perairan Rio Celeste berwarna biru kehijauan, sampel yang mereka kumpulkan di tabung reaksi mereka benar-benar transparan.

Untuk memahami misteri Rio Celeste, penting untuk diketahui bahwa Sour Creek dan Río Buena Vista, dua sungai yang berkumpul untuk menciptakan badan air yang menakjubkan ini, keduanya benar-benar transparan, dan analisis tidak mengungkapkan reaksi kimia yang tidak biasa. Yang lebih menarik lagi adalah Rio Celeste hanya pirus untuk peregangan 14 km, yang kemudian perairannya menjadi transparan. Untuk alasan ini, bagian sungai yang luar biasa berwarna dikenal sebagai “The Dyer” (El Teñidero).

Baca Juga : “Desa Terbersih Di Asia” Adalah Contoh Untuk Dunia

Sebagai tes mengungkapkan tidak ada bahan kimia yang tidak biasa di dalam air, dan mengingat bahwa air hanya muncul pirus di dasar sungai, ilmuwan Kosta Rika mulai mempertimbangkan kemungkinan ilusi optik. Mereka melihat lapisan zat keputihan yang menutupi semua bebatuan di dasar Río Celeste, dan memeriksa dua anak sungainya untuk itu juga. Sour Creek memiliki jumlah yang sangat kecil, hampir tidak signifikan, tapi berlimpah di air Río Buena Vista.

Menganalisis substansi dengan mikroskop elektron di laboratorium UCR, para ilmuwan menentukan bahwa itu adalah sejenis mineral yang terdiri dari aluminium, silikon dan oksigen, yang disebut aluminosilikat, yang bila tertahan di air memantulkan sinar matahari dan menipu mata manusia untuk melihat air pirus.

“Sinar matahari mengandung keseluruhan spektrum warna, mirip dengan cara kita melihat mereka semua dalam pelangi. Di bawah sinar matahari sungai lainnya menembus ke kedalaman tertentu dan tidak ada warna tertentu yang dibelokkan atau dipantulkan kembali ke permukaan, sehingga terlihat transparan, sementara di Río Celeste, air melewati beberapa sinar matahari, namun mencerminkan kelompok nada kebiruan. Jadi airnya tampak biru ke mata manusia, “surat kabar The Costa Rica Star melaporkan pada tahun 2013.

Sungai Turquoise Kosta Rika Merupakan Misteri Ilusi Optik Alami
Sungai Turquoise Kosta Rika Merupakan Misteri Ilusi Optik Alami

Hanya ada satu puzzle yang tersisa untuk dipecahkan. Jika Rio Buena Vista juga memiliki banyak aluminosilikat, bagaimana airnya terlihat benar-benar transparan, sementara Rio Celeste tampak pirus? Ternyata menjadi masalah ukuran partikel. Setelah menganalisis sampel dari kedua badan air tersebut, para ilmuwan menyadari bahwa partikel aluminosilikat di Rio Buena Vista berukuran 184 nanometer (nm), sementara yang berada di Rio Celeste jauh lebih besar pada 566 nm.

“Kenaikan ukuran inilah yang menyebabkan hamburan sinar matahari, sehingga terjadi terutama di wilayah biru spektrum yang terlihat. Jadi, itulah sebabnya kami memiliki warna biru terang yang spektakuler dari Rio Celeste, “kata Dr. Max Chavarría Vargas, yang memimpin penyelidikan ilmiah ke perairan pucat Rio Celeste. “Ini adalah salah satu kebiasaan alam di mana salah satu sungai menyediakan bahan mineral dengan satu ukuran dan sungai lainnya menyediakan lingkungan asam sehingga partikel-partikel itu tumbuh.”

(Visited 275 times, 1 visits today)