Susy Susanti: Undian Kompetisi All England 2019 Tidak Menguntungkan

0
112

Susy Susanti: Undian Kompetisi All England 2019 Tidak Menguntungkan

Indolah.comSusy Susanti: Undian Kompetisi All England 2019 Tidak Menguntungkan. Kepala Bagian Pembinaan serta Prestasi Persatuan Bulu Tangkis Semua Indonesia Susy Susanti memandang hasil undian kompetisi All England 2019 yang menghadapkan empat pasangan ganda kombinasi dalam laga putaran pertama menjadi resiko beberapa pemain nonunggulan.

“Itu resiko bila beberapa pemain kami ada dibawah rangking delapan besar dunia. Mereka dapat sama-sama bertemu pada pertandingan awal. Tetapi bila beberapa pemain masuk delapan besar, kesempatan mereka untuk sama-sama bertemu dapat berlangsung pada perempat final,” kata Susy di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Rabu.

Susy menjelaskan resiko itu jadi rintangan buat PBSI untuk membuat program serta taktik turun dalam kompetisi supaya beberapa atlet mereka dapat naik rangking delapan besar serta berkesempatan lolos kwalifikasi Olimpiade Tokyo 2020.

“Kami serta beberapa pelatih akan mempersiapkan program serta taktik bagaimana pemain bisa menghimpun point kwalifikasi Olimpiade, termasuk juga memonitor keikutsertaan team lawan dalam kompetisi,” kata peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 itu.

Walau terima resiko undian All England 2019, Susy mengakui skeptis dengan proses undian yang dikerjakan panitia kompetisi menyusul seringkali ganda putra Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon mesti bertemu dengan sama-sama ganda putra lainnya Merah-Putih pada putaran awal.

“Mereka katakan itu telah skema computer. Tetapi, kami terasa seolah tidak diundi sebab beberapa pemain kami seringkali alami itu serta mesti bertemu dengan sesamanya,” kata Susy yang memberikan peristiwa itu dihadapi juga beberapa pemain China serta Jepang.

PSBI juga masih terima serta ambil bagian positif hasil dari undian yang didapat beberapa pemain Indonesia dalam kompetisi tingkat Super 1000 itu. “Sekurang-kurangnya, ada beberapa pemain kami yang maju ke laga putaran selanjutnya serta meningkatkan pencapaian point mereka,” tuturnya.

Baca juga : Andrea Dovizioso Mulai Waspada Jelang MotoGP 2019

Susy memberikan team binpres PBSI akan memonitor hasil laga yang diraih beberapa pemainnya dalam kompetisi lainnya bila dalam All England tidak dapat melawan pemain negara lainnya.

“Seperti Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow yang turut dalam tiga kompetisi. Kami memonitor perubahan mereka dari kompetisi di Spanyol serta Jerman serta tidak cuma di All England saja,” tuturnya.

Awal mulanya, empat pasangan atlet bulu tangkis nomer ganda kombinasi Indonesia akan sama-sama menjegal pada laga putaran pertama All England 2019 yang akan berjalan pada 6-10 Maret.

Empat pasangan ganda kombinasi itu ialah Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Tontoi Ahmad/Winny Oktavina Kandow, serta Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami.

Ganda Hafiz/Gloria sebagai pasangan favorit delapan dalam kompetisi berhadiah keseluruhan satu juta dolar AS itu mesti bertemu dengan Praveen/Melati pada pertandingan pertama.

Pemenang dari “perang saudara” itu berkesempatan kembali menantang sama-sama pasangan Indonesia Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari pada pertandingan ke-2 bila mereka maju ke putaran ke-2.

Lalu, Tontowi yang berpasangan dengan Winny dalam serangkaian kompetisi Eropa pertama mereka itu mesti melawan Alfian/Marsheilla.

(Visited 20 times, 1 visits today)