Tahun 2019 Liverpool Melempen di Depan, Hancur di Belakang

0
37
Tahun 2019 Liverpool Melempen di Depan, Hancur di Belakang
Tahun 2019 Liverpool Melempen di Depan, Hancur di Belakang

Indolah.com – Tahun 2019 Liverpool Melempen di Depan, Hancur di Belakang, Awal tahun 2019 berjalan tidak cocok keinginan Liverpool. Perform The Reds alami penurunan saat posisi serangnya tumpul sesaat posisi belakang tidak kembali setangguh awal mulanya.

Hal tersebut dibuktikan waktu Liverpool melawat ke markas West Ham United di Olympic Fase, Selasa (5/2/2019) dini hari WIB. Liverpool hanya bermain seri 1-1 sesudah sudah sempat unggul duluan melalui gol Sadio Mane di menit ke-23 yang disamakan Michail Antonio lima menit sesudahnya.

Miliki waktu sejam untuk dapat mencari gol kemenangan, Liverpool seperti hilang akal tembus pertahanan West Ham. Mereka memang miliki 11 attempts dengan enam salah satunya ke arah gawang, tetapi tidak satupun yang betul-betul menguji kekuatan Lukas Fabianski dibawah mistar.

Baca Juga >>> Fabregas Gagal, Sarri Datangkan Kovacic Untuk Jadi Pelapis Jorginho

Akhirnya Liverpool tidak berhasil menang kembali, sesudah disertai Leicester City 1-1 di Anfield tengah minggu tempo hari, serta mereka sekarang hanya unggul tiga point dari Manchester City di tempat ke-2 klassemen Premier League. Pada 20 pertandingan pertama, Liverpool hanya kehilangan enam point, tetapi sekarang mereka telah buang tujuh point dari lima pertandingan paling akhir.

Bila ada yang perlu disalahkan, jadi kapasitas Mohamed Salah dkk di posisi depan pasti yang sangat disorot sebab tidak dapat membuat gol semakin banyak. Tetapi untuk sekarang ini, posisi belakang Liverpool yang umumnya kuat pun pantas dikritik. Pasalnya sesudah cuma kebobolan delapan gol dari 20 laga awal, Liverpool sekarang telah kemasukan tujuh gol dari lima pertandingan paling akhir atau hampir sama.

Alisson jadi penjaga gawang team enam besar yang kebobolannya sangat banyak, yaitu tujuh dari 11 tembakan pas tujuan yang diterimanya sejak dari 1 Januari. Cedera yang bergantian menerpa personel posisi belakang jadi sebabnya. Joe Gomez belumlah sembuh, Dejan Lovren serta Trent Alexander-Arnold ikutan masuk ruangan perawatan sesaat Nathaniel Clyne telah dilego.

Posisi serang tidak kalah mengkhawatirkannya sebab mereka kembali lagi jadi yang terburuk diantara team enam besar sejauh tahun ini berjalan, yaitu cuma melepas keseluruhan 57 tembakan atau rata-rata 10 attempts per pertandingan.

Trio Salah, Roberto Firmino, serta Sadio Mane pasti sangat disalahkan atas mandulnya posisi depan club Merseyside. Salah walau memuncaki rincian top skorer dengan 16 gol, tetapi ia hanya membuat dua gol open play waktu melawan Crystal Palace. Sesaat bekasnya semua dibuat dari titik putih.

PR besar untuk Juergen Klopp tentu saja bila tidak ingin misi mereka memenangkan Premier League musim ini gagal. Ditambah lagi Liverpool telah “mengorbankan” dua trofi domestik lainnyak Piala FA serta Piala Liga Inggris.

(Visited 11 times, 1 visits today)