Tahun 2019 Penjualan Kendaraan Bermotor Diprediksi Naik

0
58
Tahun 2019 Penjualan Kendaraan Bermotor Diprediksi Naik
Tahun 2019 Penjualan Kendaraan Bermotor Diprediksi Naik

Indolah.comTahun 2019 Penjualan Kendaraan Bermotor Diprediksi Naik, Beberapa waktu terakhir industri otomotif Indonesia tengah dalam waktu subur, penjualan kendaraan bermotor selalu bertambah. Tidak kecuali pada tahun ini penambahan selalu berlangsung seperti yang diperkirakan oleh salah satunya perusahaan pembiayaan, Adira Finance.

Karena umumnya customer Indonesia beli kendaraan dengan credit otomatis pasti akan tingkatkan customer perusahaan pembiayaan. Pertimbangan itu disaksikan oleh Adira Finance dari trend perkembangan ekonomi sebesar 5 % tiap-tiap tahunnya.

“Penjualan kendaraan masih saya fikir akan bertambah sebab perkembangan ekonomi tiap-tiap tahun diatas 5%. Jadi saya meyakini perkembangan penjualan kendaraan akan bertambah. Jika Adira sendiri pun ingin bertambah dibanding market. Tentu saja triknya pertandingan semakin bagus hingga dapat bisa semakin banyak customer,” tutur Direktur Penting Adira Financez Hafid Hadeli selesai peluncuran program Hari Angsuran Nasional pada Kamis (7/1/2019) di lokasi Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Baca Juga >>> Mesinnya Terbalik, Pembuat Motor Ini Dapat Inpirasi Dari Pesawat Terbang

Tahun 2018 sendiri Adira Finance menjelaskan 98% % pembiayaan mereka datang dari otomotif dengan keseluruhan pembiayaan Rp 38,2 triliun. Angka itu naik 17 % di banding tahun 2017.

“98% peran otomotif (bekasnya) hanya 2% yang elektronik. Tahun tempo hari pembiayaan kita itu 38,2 triliun, itu naik 17% dibandingin tahun 2017,” papar Hafid.

Dari 98% pembiayaan kendaraan itu, kendaraan roda dua semakin banyak dibanding roda empat dengan persentasi 56% % berbanding 44%.

Walau alami perkembangan 17% pada tahun 2018, Adira Finance sendiri cuma membidik perkembangan 10 % pada tahun 2019. “Tidak sangat beda jauh sangat berubah cuma beberapa % di sejumlah portofolio otomotif. Saya fikir tujuan minimum 10% itu cukuplah konservatif lah,” jelas Hafid.

Tahun ini Hafid menjelaskan rintangan perusahaan pembiayaannya ialah suku bunga yang tambah tinggi. “Tahun ini suku bunga tambah tinggi dibanding tahun kemarin. Itu tentu memengaruhi potensi orang untuk membayar angsuran utang. Sebab bunga BI saja naik 1,5% dibanding dengan awal tahun 2018,” ujarnya. (rip/rgr)

(Visited 7 times, 1 visits today)