Terbangkan Drone di Atas Parlemen Myanmar, Turis Prancis Ditahan

0
40
Terbangkan Drone di Atas Parlemen Myanmar, Turis Prancis Ditahan
Terbangkan Drone di Atas Parlemen Myanmar, Turis Prancis Ditahan

Indolah.com – Terbangkan Drone di Atas Parlemen Myanmar, Turis Prancis Ditahan, Seorang turis Prancis ditangkap sebab menerbangkan drone di dekat gedung parlemen Myanmar yang berada di ibu kota Naypyitaw. Karena tindakannya ini, turis Prancis ini terancam hukuman tiga tahun penjara.

Seperti dikutip AFP, Senin (11/2/2019), turis bernama Arthur Desclaux (27) itu berusaha menerbangkan sebuah drone atau pesawat tiada awak diatas satu gedung pemerintahan, yang merupakan aksi melanggar hukum di Myanmar.

Media-media lokal merilis foto turis Prancis yang ditahan itu, pun foto detail paspor serta drone kepunyaannya. Kedutaan Besar Prancis di Myanmar sudah mengonfirmasi penangkapan ini.

“Ia ditangkap sore hari pada Kamis, 7 Februari lantas sebab menerbangkan sebuah drone diatas parlemen,” demikian pengakuan Kedubes Prancis di Myanmar.

Dijelaskan Kedubes Prancis jika Desclaux sekarang ada dalam tahanan polisi di Naypyitaw. Kedubes Prancis memberikan jika keluarga Desclaux sudah dikasih tahu masalah penahanan ini serta staf kedutaan tengah mengusahakan pembebasannya.

Baca Juga : Cleaning Servis Sekolah Dikatai Anjing dan Digebuki Siswa

Dalam pengakuan terpisah, petinggi kepolisian ditempat, Min Tin, menjelaskan untuk AFP jika Desclaux didakwa masalah 8 Undang-undang Export serta Import. Atas tuduhan itu, ucap Min Tin, Desclaux terancam hukuman maximum tiga tahun penjara bila dikatakan bersalah.

Sampai sekarang belumlah didapati tentu kenapa Desclaux menerbangkan drone di dekat gedung pemerintahan.

Tahun 2017 lantas, tiga wartawan bersama dengan sopir mereka dijebloskan ke penjara Myanmar atas pelanggaran hukum yang sama. Wartawan Singapura, Lau Hon Meng, bersama dengan wartawan Malaysia, Mok Choy Lin, bersama dengan wartawan Myanmar, Aung Naing Soe serta sopir Hla Tin ditahan saat membuat dokumenter untuk tv Turki, TRT, pada Oktober 2017. Ketiganya mengakui bersalah sudah menerbangkan drone diatas gedung parlemen serta divonis dua bulan penjara.

(Visited 10 times, 1 visits today)