Terbukti Perkosa Turis Kanada, Dua Polisi Prancis Divonis Penjara

0
172
Terbukti Perkosa Turis Kanada, Dua Polisi Prancis Divonis Penjara
Terbukti Perkosa Turis Kanada, Dua Polisi Prancis Divonis Penjara

Indolah.com – Terbukti Perkosa Turis Kanada, Dua Polisi Prancis Divonis Penjara, Pengadilan Prancis menjatuhkan vonis penjara tujuh tahun kepada dua polisi atas tuduhan memperkosa seorang turis Kanada di markas kepolisian Paris.

Kedua polisi Prancis itu, Nicolas Redouane (49) serta Antoine Quirin (40) menyanggah sudah memperkosa Emily Spanton (39). Kedua-duanya bersikukuh jika hubungan seks berlangsung atas dasar suka sama suka.

Akan tetapi pengadilan “diyakinkan oleh pengakuan korban yang teguh jika dianya diperkosa serta dengan bukti-bukti ilmiah dan teknis”, demikian dikatakan ketua majelis hakim, Stephane Duchemin seperti dikutip kantor berita AFP, Jumat (1/2/2019).

Oleh pengadilan, kedua polisi Prancis itu pun diperintah untuk membayar ganti rugi 20 ribu untuk korban.

Spanton berjumpa kedua polisi itu saat malam hari 22 April 2014 dalam suatu bar dekat markas kepolisian yang terkenal, 36 Quai des Orfevres, yang ngetop sebab dipertunjukkan dalam novel-novel detektif Maigret karya Georges Simenon.

Sesudah minum-minum sampai mabuk, kedua polisi yang tidak sedang bekerja itu ajak wanita itu ke kantor mereka. Wanita itu juga sepakat untuk berkunjung ke kantor polisi itu.

“Saya banyak minum serta tidak dapat membayangkan diri saya kembali ke hotel saya dalam kondisi saya seperti ini, serta saya pikir dengan pergi ke kantor polisi saya akan terasa lebih aman disana,” tutur Emily kepada beberapa penyelidik.

Baca Juga : Rilis Daftar Caleg eks Koruptor, M Taufik Menilai KPU Lebay

Spanton mengakui diperkosa oleh tiga pria akan tetapi meski DNA ketiga orang itu ditemukan, cuma dua orang yang dapat teridentifikasi.

Di pengadilan, turis Kanada itu mengakui senang untuk melihat 36 Quai des Orfevres, serta menduga akan banyak lampu-lampu serta orang-orang disana”. Akan tetapi di tengah malam waktu itu, kantor polisi itu yang ada di lantai lima, kosong.

Usai pemerkosaan, saat akan tinggalkan gedung, Spanton menjelaskan kepada polisi yang bekerja jika dianya sudah diperkosa. Akan tetapi ia cuma diperlakukan seperti orang mabuk serta diperintah untuk pulang.

Saksi-saksi mata menjelaskan jika korban terlihat senang saat masuk ke kantor polisi itu, akan tetapi tampak muram waktu tinggalkan gedung.

Sebelumnya pada tahun 2016, hakim investigasi memutuskan untuk hentikan kasus ini, sebab memandang kesaksian korban membingungkan. Akan tetapi para jaksa penuntut lalu minta digelarnya persidangan.

(Visited 33 times, 1 visits today)