Tiga Cagar Biosfer Ini Akan Menjadi Destinasi Wisata Baru di Indonesia

0
281
Tiga Cagar Biosfer Ini Akan Menjadi Destinasi Wisata Baru di Indonesia
Tiga Cagar Biosfer Ini Akan Menjadi Destinasi Wisata Baru di Indonesia

Indolah.comTiga Cagar Biosfer Ini Akan Menjadi Destinasi Wisata Baru di Indonesia. Pertemuan internasional tentang cagar biosfer juga akan di gelar pada bulan Juli 2018 yang akan datang di kota Palembang, Sumatera Selatan. Indonesia bersiap memajukan tiga nama cagar biosfer baru untuk menaikkan 11 lokasi beda yang telah terlebih dulu tercatat.

Cagar biosfer yaitu satu lokasi konservasi ekosistem berbentuk daratan atau pesisir yang keberadaannya disadari dunia internasional jadi sisi dari program Man and Biosphere dari Tubuh Pendidikan serta Kebudayaan (MAB UNESCO) organisasi Perserikatan Bangsa-bangsa.

” Nominasi tiga cagar biosfer yakni Berbak Sembilang di Sumatera Selatan serta Jambi, Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu di Kalimantan Barat serta Taman National Rinjani di Nusa Tenggara Barat, ” tutur Ketua Komite Nasional MAB Unesco Enny Sudarmonowati dinukil dari Tempo.

Dengan fisik cagar biosfer meliputi dari tiga zone, yaitu zone inti, zone penyangga serta zone transisi.

Lokasi zone inti adalah daerah yang dilindungi untuk konservasi dan keanekaragaman hayati serta ekosistem. Cuma diijinkan aktivitas riset yg tidak mengakibatkan kerusakan di zone ini atau aktivitas beda yang beresiko lingkungan rendah, seperti untuk pendidikan.

Lantas, zone penyangga, adalah ruang yang melingkari zone inti. Zone ini dapat digunakan untuk beberapa aktivitas yg tidak mengeksploitasi sumber daya alam, seperti termasuk pendidikan, rekreasi, ekowisata serta riset.

Lalu, zone transisi adalah ruang melingkari zone penyangga. Aktivitas pertanian, pemukiman serta pemakaian beda diijinkan dalam zone ini.

Cagar biosfer, jadi lokasi yang melukiskan kesesuaian jalinan pada pembangunan ekonomi, pemberdayaan orang-orang serta perlindungan lingkungan juga akan dinilai oleh beragam negara sebelumnya ditetapkan masuk kedalam daftar yang disadari dunia.

Ke-3 nama taman nasional yang juga akan diserahkan oleh Indonesia dalam arena itu mempunyai kekhasan sendiri, umpamanya, Taman Nasional Berbak mempunyai ekosistem yang ciri khas, yakni ekosistem rimba rawa gambut serta ekosistem rimba rawa air tawar yang terluas di Asia Tenggara.

Tumbuhan serta satwa begitu bermacam disana, salah satunya. 28 spesies mamalia, seperti Harimau Sumatera (phantera tigris sumatraensis), 229 type tumbuhan obat, 27 type anggrek rimba serta macam hayati yang lain.

Bila mujur pada bulan Oktober hingga Februari, jadi pelancong bisa melihat beberapa ribu burung yang terbang migrasi dari lokasi Siberia menuju Australia berkunjung di Pantai Cemara.

Baca Juga : Inilah 5 Destinasi Wisata Yang Mudah Diakses Setelah Diresmikan Bandara Kertajati

Pelancong dapat juga menyempatkan malam dengan ikuti crocodile safari night yakni lihat kehidupan dua type reptil langka yang hidup di air tawar Berbak, yakni buaya katak (crocodilus porosus) serta buaya ainyulong (tomistoma schelegeli). Janganlah lupa untuk memasukkan pawang buaya lokal serta petugas Taman Nasional Berbak waktu ikuti aktivitas ini.

Untuk menjangkau lokasi zone pemakaian paling dekat, yakni Air Hitam Dalam bisa ditempuh lewat jalur darat serta sungai dari kota Jambi dengan saat lebih kurang 90 menit.

Lalu, di lokasi Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu, Kalimantan Barat ada dua eksosistem yakni lokasi rimba rendah, serta lokasi rimba rawa dan tidak ketinggal danau Sentarum yang miliki karakter unik. Danau ini miliki siklus kering sepanjang dua bln. serta lalu juga akan kembali digenangi sepanjang 10 bln..

Lokasi taman nasional Betung Kerihun ini mempunyai delapan type ekosistem rimba dataran rendah, sekunder tua, dipterocarpus, sub-montana, serta montana. Ruang ini jadi habitat untuk 48 type mamalia, 301 type burung (151 genus serta 36 famili), 170 type serangga, 112 type ikan, 52 type reptil, 51 type amfibi, 24 type satwa endemik Kalimantan, serta 15 type burung migran.

Sebagian aktivitas yang bisa dikerjakan di lokasi ini diantaranya menelusuri rimba sembari menyusuri sungai yang mengalir di sekitaran lokasi taman nasional. Pelancong dapatlah nikmati rekreasi alam seperti kemping di dalam rimba tropis itu, juga lakukan wisata olah raga air yaitu pilihan beda seumpama rafting, whitewater trekking serta tubing.

Terkecuali potensi wisata alam, wisata kebiasaan serta budaya orang-orang Dayak Iban yang menetap di daerah hulu pasti jadi daya tarik budaya sendiri. Hanya satu masalah mungkin saja yaitu jarak tempuh yang jauh dari kota Pontianak ke Putussibau sekitaran 12 jam berkendara lewat jalur darat.

Sesaat lokasi taman nasional Gunung Rinjani telah semakin banyak di kenal beberapa pendaki. Lokasi ini jadi tempat tinggal untuk 53 type fauna, dengan hewan musang jadi maskot. Lokasi ini ada di tiga lokasi kabupaten yakni Lombok Timur, Lombok Tengah serta Lombok Barat.

Bukan sekedar keragaman fauna, di lokasi gunung berapi aktif ini ada kaldera yang luasnya sekitaran 3. 500 x 4. 800 mtr. persegi yang memanjang ke arah Timur serta Barat.

(Visited 33 times, 1 visits today)