Tim Kepolisian Bandung Menggelar Simulasi Antisipasi Ricuh Terkait Keputusan MK 21 Agustus

0
262

Tim Kepolisian Bandung Menggelar Simulasi Antisipasi Ricuh Terkait Keputusan MK 21 Agustus

Indolah.com – Polisi terpaksa menembakkan air bertekanan tinggi dariĀ water cannonuntuk membubarkan paksa puluhan demonstran yang tertahan di Gerbang Tol Pasteur, Bandung, Jawa Barat. Para demonstran memaksa masuk karena ingin menyaksikan putusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa Pilpres 2014.

Kekisruhan bermula saat 5 bus berpenumpang penuh mengantre di pintu Tol Pasteur. Polisi yang curiga akhirnya melakukan pemeriksaan ke dalam bus dan diamankan beberapa orang beserta senjata tajam.

Tidak terima dengan perlakuan polisi, massa akhirnya melawan dan memblokade 4 pintu tol dengan membentuk pagar betis dan membakar ban bekas.

Namun hal tersebut hanyalah simulasi kontijensi yang digelar aparat Polrestabes Bandung. Simulasi ini mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terkait putusan MK dalam gugatan Pilpres 2014.

Kapolrestasbes Bandung Kombes Pol Mashudi mengatakan ini merupakan bentuk dari kesiapan jajarannya dalam antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Ada 8 titik yang disinyalir akan menjadi titik keluar massa yang berangkat ke Jakarta. Yaitu 5 titik melalui jalan tol dan lainnya jalur Lembang (Cidadap), Cimahi dan Cibiru,” kata Mashudi usai simulasi di Bandung, Senin (18/8/2014).

Ia menambahkan, pengamanan berupa penyekatan dengan menempatkan personel yang akan siaga penuh 24 jam pada 21 Agustus mendatang. Pemeriksaan kepada kendaraan pun akan dilakukan, namun dengan indikasi kendaraan yang akan menuju ke MK.

Disinggung apakah ada indikasi massa yang akan menuju Jakarta, pihaknya belum bisa memastikan hal tersebut. Namun antisipasi telah dilakukan dengan memberikan pendekatan dan imbauan agar tidak ada massa yang bergerak ke Jakarta.

“Kita pun melakukan pengamanan kepada dua stasiun kereta api dan dua terminal di Kota Bandung dengan menempatkan masing-masing 30 personel,” ucap dia.

Dalam kesempatan itu, Mashudi menjelaskan simulasi berjalan lancar sesuai skenario yang ada termasuk masalah penanganan bila terjadi situasi anarki.

(Visited 115 times, 1 visits today)